HARI MERDEKA: 72 Tahun Merdeka, Bidan Terus Berjuang Pangkas Angka Kematian Ibu

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 17 Agustus 2017 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 17 481 1757638 hari-merdeka-72-tahun-merdeka-bidan-terus-berjuang-pangkas-angka-kematian-ibu-LOX4je6Lzx.jpg Ilustrasi (Foto: Nursingschools)

BIDAN salah satu tenaga kesehatan yang memegang peranan penting di Indonesia. Mereka membantu memenuhi kebutuhan kesehatan ibu dan bayi, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan.

Selama 72 tahun Indonesia merdeka, tenaga bidan telah merasakan banyak hal. Terutama dalam hal pendidikan profesi yang berbeda statusnya today seperti dulu.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Gua Jepang, Labirin Pertahanan Jepang yang Memakan Ribuan Nyawa Rakyat Indonesia)

Ketua Ikatan Bidan Indonesia Dr Emi Nurjasmi MKes merasakan banyak hal positif dari segi perkembangan profesi bidan hingga 72 tahun Indonesia merdeka. Perlahan-lahan proses pembenahan pendidikan bidan telah dirasakan oleh tenaga kesehatan yang identik bertugas di desa-desa itu.

"Kalau tanpa ada status negara merdeka, bidan tidak mungkin bekerja seperti sekarang. Kita saat ini dalam progress pengembangan professional dan mencapai kebebasan. Saya yakin perkembangan adalah sebuah proses," ujar Emi kepada Okezone, baru-baru ini.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Kapal Telok Abang, Mainan Khas Palembang yang Ada Hanya saat HUT RI)

Emi bangga karena pendidikan bidan saat ini sudah bisa mencapai sarjana strata satu. Hal ini menunjukkan bahwa profesi bidan telah berkembang.

Namun, perjuangan ini bukan menjadi satu hal istimewa tanpa ada tujuan untuk menyehatkan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia. Komitmen bidan untuk mencapai cita-cita tersebut tak ada batasannya.

"Kami terus berjuang untuk meningkat kesehatan perempuan. Tidak berhenti dengan komitmen dan keterbatasan yang ada," tutur Emi.

Karena hingga masyarakat Indonesia memeluk gaya hidup modern, angka kematian ibu dan bayi jumlahnya sangat tinggi. Menurut Emi, banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Mau Ikut Lomba Tarik Tambang? Perhatikan Risiko Kesehatan Ini Dahulu Ya!)

Adanya angka kematian ibu merupakan sebuah peristiwa yang terkait dengan semua sistem. Kejadian ini tidak bisa dilihat dari prespektif penyebab kematiannya saja.

Mulai dari pengaruh sosial, budaya, kemiskinan, kesetaraan gender, serta terbatasnya sarana dari sebuah fasilitas kesehatan. Semuanya saling berkait, karena seorang ibu harus cerdas dalam mendukung kesehatan diri sendiri, keluarga, serta anak-anaknya.

"Faktor kematian ibu tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan saja. Misalnya kalau pendidikan ibu rendah, dia tidak tahu caranya menyehatkan keluarga," tutur Emi.

Berdasarkan data, setiap tahun terjadi kematian ibu dengan angka 305 per 1000 kelahiran. Atau setara dengan 16-17 juta ibu di Indonesia meninggal dunia.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Seru! Pasien Gangguan Kejiwaan Ikuti Lomba Agustusan)

Itu memang menjadi hal utama yang harus dicegah. Semestinya di zaman serba canggih teknologi seperti sekarang, kasus angka kematian ibu sudah tidak ada lagi.

Belum cukup di situ, negara yang merdeka di tangan Ir Soekarno ini juga masih terdapat angka kematian bayi, dengan angka 26 per 100 bayi setiap tahun. Tapi paling tidak, dibandingkan 72 tahun silam kala Indonesia belum merdeka, situasinya sangat berbeda.

"Paling tidak yang jelas sekarang upaya pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan ibu dan bayi jadi prioritas," kata Emi.

Peran bidan sangat kompleks, terutama dalam hal perbaikan gizi anak. Angka kejadian stunting di negeri kita juga cukup tinggi.

Dengan gizi yang baik dan berkualitas, janin bisa jadi berdampak baik. Anak jadi semakin cerdas dan produktif dalam belajarnya.

Sayangnya di daerah terpencil, masih banyak perbaikan gizi anak yang belum terjamah. Tapi beruntung, pemerintah saat ini memprioritaskan kesehatan ibu dan anak di daerah pelosok.

"Tenaga bidan juga sudah banyak yang ditugaskan ke daerah-daerah terpencil yang masalahnya kompleks. Seperti kurang gizi, persalinan dengan cara tradisional, serta masalah lainnya yang minim," bebernya.

Harapannya tentu kejadian kematian ibu dan bayi semakin berkurang saat Indonesia telah merdeka 72 tahun ini. Harus ada sinergitas dari lintas sektor yang mendukung tujuan baik ini.

Begitu juga dengan perbaikan sarana dan prasarana di sebuah fasilitas kesehatan. Para bidan tentu menginginkan hal terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini