nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HARI MERDEKA: Ini Makna Kemerdekaan Bagi 5 Desainer Kenamaan Indonesia

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 14:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 18 194 1758278 hari-merdeka-ini-makna-kemerdekaan-bagi-5-desainer-kenamaan-indonesia-edEfWF6CNn.jpg Kebaya Merah Putih karya Anne Avantie (Foto: Instagram)

SELAMAT ulang tahun Indonesia! Hari ini, Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke-72. Bagi para pejuang dan orang-orang yang hidup pada masa memperjuangkan kemerdekaan, makna paling nyata dari kemerdekaan adalah bisa lepas dari cengkeraman para penjajah asing.

Namun, bagaimana dengan makna kemerdekaan di mata para perancang mode kenamaan Indonesia saat ini? Ya, setiap orang tentu memiliki makna tersendiri bila membahas perihal kemerdekaan. Begitu pula dengan pendapat lima orang desainer top Indonesia berikut ini, yaitu Dian Pelangi, Barli Asmara, Mel Ahyar, Anne Avantie, dan Musa Widyatmodjo.

Saat dijumpai Okezone, kelima desainer tersebut memiliki pendapat masing-masing akan arti kemerdekaan. Lantas, bagaimana para desainer ini memaknai kemerdekaan Indonesia yang telah memasuki usia 72 tahun?

BACA JUGA:

Unik! Desainer dari Prancis Rancang Dress dari Topi Anyaman

Salut, Ini 5 Karya Desainer Indonesia yang Membanggakan di Luar Negeri

Dian Pelangi

Pemilik nama lengan Dian Wahyu Utami ini menyatakan bahwa kemerdekaan dimaknai sebagai salah satu bentuk bebas dalam berekspresi. Penggunaan hijab merupakan bentuk ekspresi dari wujud kemerdekaan tersebut.

"Bentuk ekspresi dari wujud kemerdekaan adalah sesuai keyakinan kita masing-masing. Kalau aku, hijab dengan fesyen menjadi bentuk ekspresi kita," ujar Dian Pelangi yang ditemui Okezone di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam konteks berkarya, Dian mengaku sudah merasa cukup bebas meski ada batasan-batasan yang berkaitan dengan kepercayaan yang dianutnya. Ia menuturkan rasa bangganya terhadap Indonesia yang namanya sudah harum di panggung mode dunia.

"Indonesia sangat mendukung apa pun itu, tetap dengan kaidah atau budaya ketimurannya. Aku merasa bangga Indonesia bisa tampil di dunia dan bisa membawa harum nama bangsa," lanjutnya.

Mel Ahyar

Hari kemerdekaan 17 Agustus dimaknai sebagai hari penuh dengan memori bagi seorang Mel Ahyar. Di mana rakyat Indonesia diingatkan kembali bahwa perjuangan Indonesia bukan cuma oleh satu jenis suku, ras, atau agama tertentu saja.

"Apalagi sekarang kita memasuki generasi millenial yang mana kesadaran akan pentingnya kemerdekaan menjadi kurang karena terkontaminasi oleh budaya luar. Pengaruh budaya luar justru terasa lebih menarik dari sejarah kita sendiri, ini yang menjadi pekerjaan rumah. Bagaimana caranya sejarah Indonesia dikenang dan kita selalu diingatkan agar kembali ke core-nya kita, mengingatkan untuk terus tidak berhenti berkarya membawa nama Indonesia," papar Mel Ahyar.

Lebih lanjut, desainer yang juga merupakan anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) ini menuturkan bahwa Indonesia sudah memiliki kebebasan dalam hal berkarya. Indonesia memiliki beragam suku, bahasa, dan budaya yang menjadi pusat inspirasi dalam berkarya.

"Bila dibandingkan dengan negara lain, Indonesia sudah Alhamdulillah banget. Jangan mencoba menyamakan hal yang tidak sama, dengan berbeda kita bisa menjadi Indonesia yang sekarang. Bila dilahirkan kembali aku ingin di Indonesia karena disini kita bisa bebas berekspresi, sumber inspirasi ada di mana saja," tutup Mel.

Barli Asmara

Senada dengan Mel Ahyar, Barli Asmara mengungkapkan bahwa kemerdekaan bisa menjadi cara mengenang perjalanan perjuangan para penjajah. Inilah yang kemudian perlu diedukasi kepada anak-anak muda zaman sekarang agar tidak lagi melakukan hal-hal yang berujung pada perpecahan.

"Merdeka itu bebas, bukan bebas melakukan segalanya tetapi juga harus punya poros budaya," kata Barli Asmara.

Anne Avantie

Menurut Anne Avantie makna kemerdekaan dalam industri kreatif yang digelutinya, bisa diartikan sebagai bentuk ekspresi, bukan ajang kebebasan. Di mana bentuk ekspresi tersebut harus bertema, terkonsep, dan bertanggungjawab. Merancang kebaya menjadi salah satu bentuk nyata kebebasan dalam berekspresi seorang Anne Avantie.

"Dulu saya dihujat-hujat karena kebaya saya ada yang lengannya pendek, ada yang panjang, pakai kain tulle seksi, sampai ada yang berita di majalah yang menuliskan 'Ibu Kartini Menangis Melihat Kebaya Anne Avantie'. Tapi, saya percaya beliau sekarang tersenyum melihat kebaya Indonesia telah maju," terang Anne Avantie.

BACA JUGA:

Desainer Indonesia Siap Pamerkan Keindahan Tenun Baduy Luar di London Fashion Week

Hasil Rancangan Dinilai Terlalu Mewah, Alexa Chung Diberhentikan Marks and Spencer?

Musa Widyatmodjo

Kemerdekaan versi seorang desainer senior Musa Widyatmodjo, yakni tidak adanya ketergantungan. Dalam hal berkarya, merdeka bukan berarti berkreativitas tanpa tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya berkarya dengan tidak menyalahgunakan atas nama kreativitas.

"Kita ini bangsa Indonesia yang beragam. Pertama, keberagaman itu harus disyukuri. Kedua, bila bicara tata krama, ada adat istiadat budaya leluhur, sesuatu yang sakral jangan kemudian dilecehkan dengan menggunakan atas nama kreativitas," kata Musa Widyatmodjo.

Ia melanjutkan, "Kebebasan secara mutlak itu tidak ada, kebebasan dalam mengapresiasi bukan berarti kita melakukannya tanpa tanggung jawab. Kita memiliki kebebasan, sebenarnya bisa iya atau tidak. Tapi, saya anggap industri mode Indonesia sudah menjadi semarak dan berwarna."

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini