nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kain Tradisional Indonesia Dibuat Tas Hingga Sepatu, Apa Kata Desainer?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Sabtu 19 Agustus 2017 09:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 18 194 1758673 okezone-week-end-kain-tradisional-indonesia-dibuat-tas-hingga-sepatu-apa-kata-desainer-FLLkr0zBeJ.jpg Batik tas (Foto: Thestraitstime)

INDONESIA memiliki kekayaan yang melimpah. Salah satunya dalam hal kain wastra Nusantara. Ya, dari Sabang hingga Merauke, Indonesia memiliki beragam kain tradisional, seperti kain batik, tenun, dan songket.

Beberapa olahan kain batik, tenun, dan songket kini banyak dijadikan sebagai material utama dalam busana. Dress, kemeja, outerwear, rok, atau celana adalah beberapa potongan busana yang dihasilkan dari kain wastra Nusantara.

BACA JUGA:

Cara Unik Mengenakan Batik dengan Aplikasi Patch Work

Keindahan Bromo yang Tertuang dalam Batik Kombinasi

Tak hanya busana, kini beberapa kain tradisional tersebut sudah banyak dimanfaatkan dalam bentuk lain. Misalnya, tas, ornamen interior, sprei, sepatu, dan lainnya. Lantas, yang menjadi pertanyaan, bolehkah menjadikan kain tradisional yang sarat akan makna dan pesan tersebut sebagai item fesyen selain busana?

Menurut salah seorang desainer yang menggunakan material kain tradisional dalam rancangannya, yakni Didiet Maulana, hal tersebut sah-sah saja dilakukan bila memang memiliki nilai estetika yang baik.

"Selama penggunaannya sesuai, atau memberi nilai estetika yang baik menurut saya tidak apa-apa. Apalagi dijadikan sebagai ornamen interior yang cantik. Karena semakin banyak digunakan dalam berbagai macam barang maka akan semakin banyak perajin-perajin yang laku," papar Didiet Maulana yang dihubungi Okezone melalui pesan singkat, baru-baru ini.

Hal senada juga dituturkan oleh desainer Indonesia lainnya, yakni Ferry Sunarto. Menurutnya, sesuatu yang bernuansa tradisional bukan hanya perlu dilestarikan tetapi juga bisa dikembangkan.

"Bagi saya, menggunakan kain tradisional dalam konten bukan busana sah-sah saja. Karena memang kain wastra Nusantara itu bukan hanya perlu dilestarikan, tapi bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang kekinian," terang Ferry Sunarto yang juga dihubungi Okezone melalui pesan singkat.

BACA JUGA:

Modernisasi Kebaya dan Kain Batik Boleh Dilakukan, asal....

Cara Mudah Bedakan Batik Tulis, Cap dan Print

Lebih lanjut, kekinian yang dimaksud Ferry adalah menerjemahkan kain tradisional dalam bentuk lain yang dikenal dengan merchandise. Entah itu, tas, sandal, sepatu, aksesori rambut, atau lainnya.

"Saya pernah lihat kain yang berasal dari Aceh atau Makassar dibuat sandal atau clutch, itu kan menarik dan malah terlihat internasional. Jadi, sebenarnya sesuatu yang berbau tradisional jangan takut dibuat sesuatu yang modern, justru hal seperti itu sangat dibutuhkan," jelasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini