Biar Tidak Stres, Penderita Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Wajib Sibuk!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 18 481 1758201 biar-tidak-stres-penderita-gagal-ginjal-kronik-dengan-hemodialisis-wajib-sibuk-Y7wdSiClGY.jpg Ilustrasi (Foto: Pediatrichairsolution)

PENDERITA gagal ginjal akan dihadapkan dengan situasi "penyakit seumur hidup". Hal tersebut biasanya membuat penderitanya stres. Padahal, gagal ginjal tidak berarti kehidupan itu selesai. Banyak kasus gagal ginjal yang tetap bertahan hidup selama lebih dari 30 tahun.

(Baca Juga: Duh! 1.000 KIS Salah Sasaran, Ada PNS dan Guru yang Menerima)

Persepsi yang buruk terhadap masalah tersebut kadang membuat penderitanya frustasi. Cuci darah harus dilakukan setiap saat, beraktivitas tidak lagi seleluasa sebelumnya, atau juga perubahan fisik yang membuat pasien gagal ginjal merasa tidak percaya diri.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Namun, menurut salah seorang pasien gagal ginjal Tony Samosir, asumsi negatif mengenai penyakit yang dideritanya tidak semuanya buruk. Jika pasien melihat dari sisi positif, tentunya hal tersebut tidak akan terjadi di kehidupan sehari-harinya.

"Makanya, dengan adanya kelompok pasien gagal ginjal, itu membuat satu sama lain saling kuat. Sharing segala hal pun juga membantu sebisanya," ujarnya pada Okezone, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa hari yang lalu.

(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Tony melanjutkan, dengan rutinitas cuci darah atau dialisis yang tidak pernah bisa dihentikan, menjadi beban tersendiri bagi pasien. Maka dari itu, menyibukan diri dapat dijadikan pilihan untuk menngalihkan perhatian. Berkegiatan sosial misalnya.

"Intinya, pasien wajib sibuk supaya dirinya lebih produktif dan mengganggap dirinya masih bisa diterima di masyarakat," tambahnya singkat.

Terkait dengan mereka yang menjalani dialisis metode hemodialisis, keterikatan dengan jadwal cuci darah membuat psikisnya kadang terganggu. Kalau sudah begitu, pertemuan dengan pasien lain menjadi cara yang menyenangkan untuk meringankan beban yang diderita pasien.

"Dukungan antar pasien sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien gagal ginjal. Semangat hidup yang tinggi biasanya menjadi kunci keberlangsungan hidup yang lebih lama," ungkap Tony.

Dia pun menambahkan sedikit, gagal ginjal bukan masalah yang menakutkan. Tetap bersikap positif dan berada di lingkungan yang baik, akan membuat kesehatan pasien bertahap membaik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini