nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 18 481 1758215 susah-bedakan-bau-bensin-dan-permen-awas-indikasi-awal-kepikunan-cDgxRUpgd8.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

ANDA bisa membedakan bau permen karet dan bensin? Sebuah studi mengungkapkan, susah untuk membedakan antara bau permen karet dan bensin bisa menjadi tanda kepikunan.

Perubahan kemampuan untuk mengidentifikasi kedua aroma tersebut memberi sinyal pembentukan protein beracun di otak. Temuan groundbreaking dapat menunjukkan tes bau untuk tanda-tanda awal demensia, sebuah gagasan yang telah lama dipuji oleh para periset.

(Baca Juga: Duh! 1.000 KIS Salah Sasaran, Ada PNS dan Guru yang Menerima)

Saat ini penyakit ini tidak diketahui sampai 20 tahun, tanpa ada cara yang akurat untuk menemukan kerusakan ireversibel yang ada - walaupun bertahun-tahun penelitian.

Periset Kanada mengatakan pengujian memburuknya bau, diketahui terjadi pada tahap awal demensia, bisa menunda timbulnya kehilangan ingatan.

Peneliti McGill University mengklaim tanda kerusakan pertama bisa terjadi pada neuron penciuman, di mana berfungsi membantu membedakan antara bau yang berbeda.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Gagasan lain yang disebut-sebut meliputi pembentukan protein beracun di otak yang memengaruhi ingatan - menjelaskan mengapa orang tidak dapat mengenali bau tertentu.

Bagaimana penelitian dilakukan?

Temuan baru, yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, didasarkan pada hampir 300 orang yang berisiko terkena penyakit Alzheimer - bentuk demensia yang paling umum. Peserta diminta untuk melakukan tes awal dan mengendus untuk mengidentifikasi aroma. Bau itu adalah permen karet, bensin dan lemon.

100 orang di antaranya juga secara sukarela diukur jumlah protein terkait demensia dalam cairan cerebrospinal mereka. Pare periset menemukan mereka yang paling sulit mengenali bau memiliki indikator biologis Alzheimer yang paling jelas.

Studi pertama dari jenisnya

Penulis utama Marie-Elyse Lafaille Magnan mengatakan, "Ini adalah pertama kalinya seseorang dapat menunjukkan dengan jelas bahwa hilangnya kemampuan untuk membedakan bau berkorelasi dengan penanda biologis demensia."

"Selama lebih dari 30 tahun, para ilmuwan telah mengeksplorasi hubungan antara kehilangan memori dan kesulitan yang dimiliki pasien dalam membedakan bau," tambahnya.

(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Ini masuk akal, karena diketahui bahwa bola pencium (terlibat dengan indera penciuman) dan korteks entorhinal (terlibat dalam memori dan penamaan bau) adalah salah satu struktur otak pertama yang terkena penyakit ini.

"Ini berarti bahwa tes bau sederhana berpotensi memberi kami informasi tentang perkembangan penyakit yang serupa dengan tes cairan serebrospinal yang lebih invasif dan mahal yang saat ini sedang digunakan," pungkasnya.

Diperlukan penelitian lebih lanjut

Namun, para periset memperingatkan lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk memahami mengapa kemampuan indera penciuman yang berkurang dikaitkan dengan demensia. Mereka mengisyaratkan masalah identifikasi bau bisa menjadi indikator kondisi neurologis lainnya, termasuk skizofrenia dan Parkinson.

Sementara itu, diperkirakan 850.000 orang di Inggris hidup dengan demensia. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 1 juta orang pada 2025, dan 2 juta orang di tahun 2050.

Sedangkan, di Amerika Serikat memperkirakan 5,5 juta orang Amerika, dari segala umur menderita penyakit Alzheimer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini