Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 18 481 1758215 susah-bedakan-bau-bensin-dan-permen-awas-indikasi-awal-kepikunan-cDgxRUpgd8.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

Studi pertama dari jenisnya

Penulis utama Marie-Elyse Lafaille Magnan mengatakan, "Ini adalah pertama kalinya seseorang dapat menunjukkan dengan jelas bahwa hilangnya kemampuan untuk membedakan bau berkorelasi dengan penanda biologis demensia."

"Selama lebih dari 30 tahun, para ilmuwan telah mengeksplorasi hubungan antara kehilangan memori dan kesulitan yang dimiliki pasien dalam membedakan bau," tambahnya.

(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Ini masuk akal, karena diketahui bahwa bola pencium (terlibat dengan indera penciuman) dan korteks entorhinal (terlibat dalam memori dan penamaan bau) adalah salah satu struktur otak pertama yang terkena penyakit ini.

"Ini berarti bahwa tes bau sederhana berpotensi memberi kami informasi tentang perkembangan penyakit yang serupa dengan tes cairan serebrospinal yang lebih invasif dan mahal yang saat ini sedang digunakan," pungkasnya.

Diperlukan penelitian lebih lanjut

Namun, para periset memperingatkan lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk memahami mengapa kemampuan indera penciuman yang berkurang dikaitkan dengan demensia. Mereka mengisyaratkan masalah identifikasi bau bisa menjadi indikator kondisi neurologis lainnya, termasuk skizofrenia dan Parkinson.

Sementara itu, diperkirakan 850.000 orang di Inggris hidup dengan demensia. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 1 juta orang pada 2025, dan 2 juta orang di tahun 2050.

Sedangkan, di Amerika Serikat memperkirakan 5,5 juta orang Amerika, dari segala umur menderita penyakit Alzheimer.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini