OKEZONE WEEK-END: Bunda Wajib Tahu, Aturan Pemberian Jamu pada Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 20 Agustus 2017 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 18 481 1758653 okezone-week-end-bunda-wajib-tahu-aturan-pemberian-jamu-pada-anak-4oq9S29dmz.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAMU adalah obat-obatan tradisional yang telah turun temurun dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit. Tidak jarang orang dewasa rajin meminum jamu untuk mnyembuhkan masalah kesehatan yang dialaminya.

Malah tak jarang jamu juga diberikan orangtua bila anaknya sakit. Tapi sebenarnya, bagaimana khasiat pemberian jamu pada anak-anak?

(Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)

Menurut Dr Mulya Rahma Karyanti, Msc, SpA (K), hingga saat ini belum ada kajian ilmiah yang secara pasti mengatakan pemberian jamu pada anak itu bagus. “Pemberian jamu itu kan sudah tradisi, jadi masih ada orangtua yang memberikan anaknya jamu saat sedang sakit. Selama jamu yang diberikan berasal dari bahan-bahan alami seperti kunyit rasanya tidak masalah. Tapi jangan sampai berlebihan,” tutur dr Karyanti ketika dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Jumat (18/8/2017).

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Jamu yang sering dibelikan kepada anak biasanya adalah rebusan air jahe, beras kencur, dan temulawak. Rebusan air jahe diberikan saat anak sedang batuk atau kedinginan karena khasiat air jahe bisa menghangatkan tubuh. Sedangkan beras kencur dan temulawak sering diberikan pada anak yang tidak mau makan karena dipercaya bisa meningkatkan nafsu makan.

(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Mengenai pemberian jamu untuk meningkatkan nafsu makan, dr Karyanti berpendapat sebaiknya orangtua menghindari hal ini. Apalagi kadang-kadang ramuan jamu itu diberikan dalam bentuk suplemen vitamin yang banyak dijual di pasaran.

“Lebih baik konsumsi makanan alami. Berikan anak buah segar atau sayuran. Jika diberikan suplemen vitamin atau jamu dalam kemasan, bisa saja malah terjadi efek samping pada anak karena ada zat-zat tertentu yang tidak baik untuk tubuhnya,” tambah dr Karyanti.

Dr Karyanti menyarankan agar pemberian jamu pada anak dibatasi. Sebab, takutnya jamu bisa memperberat fungsi hati dan ginjal pada anak bila dikonsumsi berlebihan. Hal itu nantinya malah membuat masalah kesehatan lain.

Bila anak sakit dan tak kunjung sembuh walaupun sudah diberi jamu yang diyakini bisa mengobati, ada baiknya langsung mengunjungi dokter. Biasanya dokter akan merekomendasikan obat, cairan, dan makanan untuk anak yang sudah ada dasar kajiannya. Sehingga anak bisa lebih terjamin untuk sembuh.

“Pada anak pasien kanker misalnya. Banyak orangtua yang mengutamakan pengobatan herbal terlebih dahulu. Padahal sudah jelas ada obat kemoterapi yang bisa diberikan dokter agar penyakit anak tidak semakin parah. Akibatnya, jika terlalu lama tidak diatasi dengan cara yang tepat karena mencoba berbagai macam pengobatan, ketika kembali ke dokter kondisi anak sudah parah karena banyak waktu yang terbuang,” pungkas dr Karyanti.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini