nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhir Pekan Mager? Rasanya Ingin Tidur Terus, Kenapa Ya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 19 Agustus 2017 12:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 19 481 1758917 akhir-pekan-mager-rasanya-ingin-tidur-terus-kenapa-ya-wetGYqi6yR.jpg Ilustrasi (Foto: Shapemagazine)

MASIH di kasur sampai pukul 1 siang di akhir pekan? Wajar saja! Memang begitu biasanya. Tubuh seperti ingin untuk menghabiskan waktu berlama-lama untuk beristirahat. Membayar kekurangan jam tidur di hari kerja yang biasanya tidur kurang dari 6 jam per hari.

Bila mengacu pada standar tidur ideal, manusia dianggap cukup tidur bila dia tidur selama 7 sampai 9 dalam semalam. Kekurangan tidur berdampak buruk pada kesehatan tubuh manusia, penelitian menjelaskan hal tersebut.

Dikutip dari Huffington Post, Sabtu (19/8/2017), penelitian baru dari Universitas Rochester memberikan bukti mengapa sel otak membutuhkan waktu tidur yang cukup. Ketika tidur, otak akan menghilangkan protein beracun dari neuron yang merupakan hasil dari aktivitas saraf saat terjaga.

(Baca Juga: Susah Bedakan Bau Bensin dan Permen? Awas, Indikasi Awal Kepikunan)

Jika tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, protein beracun tersebut tetap berada di otak dan menimbulkan gangguan dalam berpikir. Makanya, mereka yang kurang tidur biasanya sulit untuk berkonsentrasi. Pekerjaan pun biasanya akan terganggu.

Kurang tidur juga sering dikaitkan dengan kegemukan. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa hanya tidur selama 6 jam dalam sehari bisa melebarkan lingkar pinggang sekitar 3 cm. Hal tersebut tentunya akan membuat Anda semakin stres. Makanya, tidur yang cukup sangat dianjurkan.

(Baca Juga: CATAT! Anak dengan Kondisi seperti Ini Harus Tunda Imunisasi MR)

Sedangkan menurut Divisi Pengobatan Tidur di Harvard Medical School, kurang tidur juga dapat menurunkan produktivitas sehari-hari. Kemudian dapat memperburuk suasana hati, mengurangi kemampuan fokus, dan mengurangi akses ke otak.

Selain itu, kurang tidur juga mengganggu fungsi otak secara keseluruhan, memperlambat kemampuan memproses informasi dan pemecahan masalah, mengurangi daya kreativitas, serta meningkatkan stres.

Sementara itu, dengan tidur yang cukup ternyata bisa memengaruhi tekanan darah Anda. Semakin Anda mendapatkan tidur di atas 7 jam per hari, maka risiko tekanan darah tinggi pun berkurang.

(Baca Juga: Tinggalkan Roti, Sarapan Makan 8 Sayur dan Buah Ini Bikin Perut Kenyang Sampai Siang)

Dikutip dari buku berjudul 49 Kiat Santai Menstabilkan Tekanan Darah karya Dokter Spesialis Hipertensi Dr Yoshihiko Watanabe, kurang tidur bisa pengaruhi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan stres karena kelelahan tubuh dan pikiran tidak pulih. Karena kondisi tersebut, Anda akan merasakan dampak buruk khususnya pada masalah tekanan darah tinggi.

Dr Watanabe pernah melakukan riset, di mana diketahui bahwa orang yang tidur 8 jam sehari jelas punya tekanan darah yang lebih rendah daripada orang yang tidur 4 atau 5 jam sehari. Dalam penelitian lainnya, Dr Watanabe pun menyatakan bahwa tidur 15 menit sekali pun bisa menurunkan tekanan darah.

Jika memungkinkan, saat Anda dapat waktu libur, setidaknya Anda pergunakan untuk membayar "utang tidur" yang hilang pada hari biasanya. Tidur banyak, lanjut Dr Watanabe, dianggap bisa memperbaiki kualitas hidup yang jauh lebih baik. Jadi, jangan ragu untuk tidur lebih banyak saat dapat waktu libur, ya!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini