nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Mengejutkan tentang Soda, Pernah Jadi Obat Sakit Jiwa

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017 18:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 21 298 1760140 fakta-mengejutkan-tentang-soda-pernah-jadi-obat-sakit-jiwa-ZWUhvYguBm.jpg

MINUMAN bersoda memang sungguh menggoda saat cuaca terik dan panas melanda. Cara mendapatkannya pun mudah, nyaris tersedia hampir di semua toko. Tinggal buka tutup kaleng atau botolnya, nikmatnya begitu nyata.

Tapi, tahukah Anda ada risiko yang kesehatan yang dipertaruhkan dengan mengonsumsi soda apalagi dalam takaran berlebih. Minuman bersoda bisa meningkatkan risiko stroke, diabetes, serangan jantung, dan lainnya.

Bagi Anda yang sering minum minuman bersoda, ada baiknya mengetahui beberapa fakta tentang minuman tersebut sebagaimana dilansir Times of India, Kamis (10/8/2017):

(Baca Juga: Fakta Unik Tentang 2 Minuman Bersoda Paling Terkenal di Dunia)

Obat penyakit jiwa

Hingga tahun 1950-an, minuman bersoda mengandung obat yang disebut dengan litium sitrat yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit jiwa.

Menambah risiko diabetes

Minuman bersoda menggukan pemanis buatan yang menyebabkan diabetes. Anak-anak hingga dewasa harus dibatasi secara ketat dalam mengonsumsi minuman ini.

Mengandung banyak gula

Minuman bersoda mengandung gula tiga kali lipat lebih banyak dari batas asupan gula yang disarankan.

Memperlambat metabolisme

Saat lelah, sebaiknya jangan mengonsumsi minuman bersoda. Satu gelas soda dapat menurunkan metabolisme Anda hingga dua kali lipat.

Mempengaruhi kesuburan

Umumnya, minuman aerasi mengandung pemanis buatan aspartam. Senyawa ini dapat mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan masalah kemandulan pada wanita.

"Hampir semua minuman ringan dan soda yang mengandung aspartam terkait dengan masalah kesehatan, termasuk ketidaksuburan, malformasi, dan keguguran," terang Arvind Vaid, seorang ahli IVF dikutip dari laman Kashmirmonitor.

(Baca Juga: Keramas dengan Minuman Soda, Rahasia Kecantikan Wanita Latin)

Ia melanjutkan, kelebihan konsumsi minuman ringan dan bersoda dapat menyebabkan ketidakseimbangan dan fluktuasi hormon, sehingga menyebabkan gangguan ovulasi dan memperburuk gejala pramenstruasi.

Sperma dan sel telur, memiliki kemungkinan kematian 90 persen ketika seseorang mengonsumsi minuman tersebut secara berlebihan. Para ahli biasanya tidak menyarankan asupan yang bisa membahayakan kesehatan reproduksi.

Bila Anda dan pasangan sedang merencanakan memiliki anak, ini saatnya menjalankan pola hidup yang sehat untuk menjaga kesuburan reproduksi. Salah satunya dengan tidak mengonsumsi minuman bersoda atau yang mengandung aspartam.

(Baca Juga: Minuman Soda Memperlancar Haid, Mitos atau Fakta?)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini