nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SHARE LOC: Bertualang Mencari Air Terjun yang Tersembunyi di Hutan Belantara Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017 13:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 21 406 1759784 share-loc-bertualang-mencari-air-terjun-yang-tersembunyi-di-hutan-belantara-bengkulu-bJtuftxQnv.jpg Air Terjun Tik Unen, Bengkulu (foto: Demon Fajri/Okezone)

MENYAMBANGI provinsi yang dikenal dengan ''Bumi Rafflesia'' tidak ada bosannya. Banyak hal menarik saat berkunjung ke Provinsi Bengkulu. Salah satunya, destinasi wisata alam air terjun.

Obyek wisata satu ini cocok untuk para petualang. Pasalnya, air terjun itu belum banyak diketahui banyak orang. Air terjun itu berada di tengah hutan belantara dan tersembunyi di Bukit Batu.

(Baca Juga: Gerhana Matahari Siap Menggelap Gulitakan Sebagian Langit Amerika Hari Ini!)

Tepatnya di hutan lindung kawasan hutan Talang Tebu, Dusun III Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Obyek wisata air terjun yang patut disambangi itu bernama, 'Tik Unen'.

(foto: Demon Fajri/Okezone)

Meskipun bentuk air tidak menggumpal dan mengular panjang ketika terjatuh. Namun, di sekeliling air terjun dengan ketinggian sekira 6 meter itu, terdengar suara serangga yang tentunya dapat membelah kesunyian hutan.

Ditambah daun-daun hijau pepohonan yang menjulang tinggi terhembus angin, membuat pemandangan di lokasi air terjun semakin menyejukan.

(Baca Juga: SHARE LOC: 4 Destinasi Terbaik di Lombok selama Agustus)

Keindahan panorama di sekitar air terjun pun menjadi semakin eksotis, dengan adanya dinding tebing berupa batu berdimensi yang menghiasi sekitar air terjun serta dialiran Sungai 'Tik Unen'.

Tidak hanya itu, air yang bersumber langsung dari Bukit Batu tersebut sangat jernih. Sehingga para pelancong bisa langsung mengonsumsi air untuk menghilangi rasa dahaga di kerongkongan setelah menempuh perjalanan cukup panjang.

(foto: Demon Fajri/Okezone)

Untuk menyambangi desatinasi air terjun yang berada di ketinggian sekira 1.500 Mdpl tersebut, para pelancong dapat menempuh melalui perjalanan darat dari Kota Bengkulu.

Baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan memakan waktu perjalanan sekira 2 jam atau berjarak sekira 80 kilometer (km).

Tiba di Desa Tebak Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, para wisatawan mesti melanjutkan perjalanan ke Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, dengan memakan waktu perjalanan sekira 30 menit atau berjarak sekira 8 km.

Tidak sampai di situ, dari desa itu pelancong pun mesti melanjutkan perjalanan menuju Talang Tebu Dusun III, yang berjarak sekira 1,5 km.

(foto: Demon Fajri/Okezone)

Namun, setiba di desa dengan jumlah penduduk 110 kepala keluarga (KK) tersebut, wisatawan mesti berganti kendaraan dengan sepeda motor yang telah dimodifikasi atau ''kuda besi'' trail.

Hal tersebut lantaran medan masih tanah kuning bercampur lumpur, ditambah jalur 'ekstem' yang akan dilalui saat menuju ke lokasi air terjun. Sepeda motor modifikasi itu dapat peroleh dengan cara menyewa jasa ojek warga desa sempat.

(Baca Juga: SHARE LOC: Ngobaran, Pantai di Yogyakarta dengan Sentuhan Nuansa Bali)

Dari Dusun III Desa Taba Padang, wisatawan akan menempuh perjalanan 1,5 km menuju ke hutan desa tepatnya ke kawasan Bukit Batu, dengan memakan waktu sekira 30 menit.

Setelah merasakan sensasi perjalanan yang membuat 'goyang' seluruh tubuh serta menikmati suasana alam disepanjang perjalanan. Pelancong akan tiba di salah satu pondok milik warga sempat.

(foto: Demon Fajri/Okezone)

Dari bangunan pondok itu, wisatawan mesti menempuh perjalanan long march, dengan menyisiri kawasan hutan yang masih ditumbuhi pepohonan menjulang tinggi serta aliran anak Sungai 'Tik Unen'.

Dalam perjalanan itu, para wisatawan juga akan disuguhi berbagai macam tumbuhan asli kawasan hutan lindung, yang musti diabadikan dengan kamera handphone ataupun kamera digital (DSLR).

(foto: Demon Fajri/Okezone)

Usai menempuh perjalanan sekira 30 menit. Para pelacong akan langsung disuguhi pemandangan tersembunyi di kabupaten yang memiliki motto, 'kerja, kerja, kerja'. Berupa air terjun, 'Tik Unen'.

Untuk menyambangi air terjun itu, disarankan saat musim penghujan. Pasalnya, saat memasuki bulan kemarau air terjun tersebut tidak terlalu besar dan menggumpal saat terjatuh kedalam kolam air terjun.

Kepala Desa Taba Padang, Yoyon mengatakan, air terjun 'Tik Unen' berarti air terjun pemandian. Di mana Tik dalam bahasa Suku Rejang Air dan Unen berarti pemandian. Sehingga, kata dia, air terjun itu diberinama Tik Unen.

(Baca Juga: Shiprock, Sisi Misterius nan Menawan di Meksiko)

Ia mengatakan, obyek wisata air terjun belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Kepahiang maupun pemda Provinsi Bengkulu.

''Air terjun masuk dalam kawasan hutan desa,'' kata Yoyon kepada Okezone.

(foto: Demon Fajri/Okezone)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini