Image

Kanker Testis Incar Usia 15 sampai 35 Tahun, Kenali Penyebabnya Sekarang!

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017, 11:24 WIB
https img k.okeinfo.net content 2017 08 21 481 1759698 kanker testis incar usia 15 sampai 35 tahun kenali penyebabnya sekarang Q7vfYgCHNW.jpg Ilustrasi (Foto: Google)

USIA muda bukan berarti terbebas dari berbagai macam penyakit, seperti kanker testis. Sebelum kondisinya makin parah, sejak sejak dini dengan mengenali ciri-cirinya.

Kanker testis merupakan jenis kanker yang terjadi pada pria dengan rentan usia antara 15 sampai 35 tahun. Meski lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan kanker prostat, kanker ini tidak bisa disepelekan begitu saja.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri kanker testis. Jika penyakit ini berhasil dideteksi pada stadium awal, kanker testis memiliki tingkat kelangsungan hidup sampai 95 persen dalam lima tahun.

Ciri-ciri kanker testis yang perlu diwaspadai

1. Terdapat benjolan pada testis

Ciri-ciri kanker testis yang paling umum untuk dideteksi adalah adanya benjolan pada testis. Ukuran benjolan ini bisa kecil ataupun besar. Terkadang benjolan menyebabkan rasa sakit pada salah satu atau kedua testis. Testis juga bisa menjadi lebih keras dari biasanya atau terjadi perubahan tekstur.

2. Rasa nyeri pada testis

Timbulnya rasa nyeri di area testis atau skrotum. Rasa nyeri ini biasanya terjadi pada perut bagian bawah atau di daerah selangkangan.

3. Pembengkakan

Pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada salah satu testis juga termasuk ciri-ciri kanker testis. Ciri ini terbilang umum dan biasanya akan timbul tanpa atau dengan rasa sakit.

4. Tumbuh payudara

Meskipun hal ini jarang terjadi, namun beberapa tumor testis memproduksi hormon yang akan menyebakan pertumbuhan jaringan payudara pada pria. Hal ini disebut sebagai gynecomastia.

5. Gampang lelah

Ketika tubuh merasa lelah dan lemas, hal tersebut memang tidak melulu sebagai tanda dari kanker. Pasalnya memang ada banyak faktor yang menyebabkan tubuh merasa lemah. Namun, ketika Anda merasa lemas dan gampang lelah tanpa ada alasan yang jelas, Anda patut curiga.

Kelelahan yang didukung gejala yang sudah disebutkan di atas kemungkinan menunjukkan adanya kanker pada testis Anda. Selain rasa lemas ada juga gejala lain, yaitu mengalami demam, sesak napas, nyeri dada, pusing, batuk, dan berkeringat tanpa alasan yang jelas.

Cara periksa testis sendiri untuk mendeteksi kanker lebih dini

Sebagian besar dokter setuju bahwa pria harus melakukan pemeriksaan fisik secara rutin. Beberapa dokter juga menyarankan agar para pria melakukan pemeriksaan testis sendiri, secara rutin sebulan sekali setelah pubertas. Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan testis adalah ketika sedang atau setelah mandi, saat kulit skrotum sedang rileks.

Berikut adalah cara untuk melakukan pengecekan pada testis:

• Berdirilah di depan cermin dalam keadaan tubuh telanjang, baiknya setelah selesai mandi

• Kemudian angkatlah salah satu kaki Anda agar dapat melihat lebih jelas skrotum dengan mata

• Raba bagian skrotum dengan teliti menggunakan jari-jari Anda dan rasakan apakah ada benjolan ataupun pembengkakan di bagian kulit skrotumnya, karena terkadang adanya benjolan pun tak selalu disertai rasa nyeri

• Pemeriksaan selanjutnya adalah memastikan ukuran kedua testis dan periksalah bagian tersebut tersebut secara jeli.

Jika setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan salah satu testis ada yang agak lebih besar, jangan khawatir, karena memang ini adalah keadaan normal dan masih tergolong wajar. Dengan melakukan pemeriksaan testis secara teratur, seiring berjalannya waktu Anda secara otomatis akan mengetahui jika ada yang berbeda dari testis Anda. Menemukan gejala ataupun ciri-ciri kanker testis lebih awal akan membantu Anda untuk segera melakukan tindakan lebih lanjut sebelum menjadi lebih parah.

Bagaimana jika Anda menemukan sesuatu yang aneh pada testis Anda?

Jika Anda menemukan sesuatu yang aneh atau tidak biasa pada testis Anda setelah melakukan pengecekan secara langsung atau pada waktu lainnya, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat apakah testis mengalami pembengkakan, perubahan ukuran, lokasi, benjolan atau rasa nyeri ketika disentuh.

Dokter juga akan memeriksa bagian perut, daerah selangkangan, dan bagian lain dari tubuh Anda untuk mencari tanda-tanda kemungkinan penyebaran kanker lebih lanjut. Jika sesuatu yang abnormal berhasil ditemukan, selanjutnya akan dilakukan USG untuk melihat skrotum dan testis. USG adalah cara mudah dan tanpa rasa sakit untuk mencari tahu apakah ada tumor atau masalah lain pada tubuh. Tes-tes lain mungkin dilakukan juga tergantung kebutuhan dan kebijakan masing-masing dokter. Demikian ditulis situs Hellosehat.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini