Image

Jangan Langsung Ngopi Usai Minum Obat, Bahayanya Picu Aritmia Jantung

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017, 13:24 WIB
https img z.okeinfo.net content 2017 08 21 481 1759788 jangan langsung ngopi usai minum obat bahayanya picu aritmia jantung 2gdI7OxALw.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

USAI minum obat, Anda tidak disarankan untuk minum kopi. Hal ini bisa memicu aritmia jantung atau denyut tidak normal.

Bagi kebanyakan orang, minum kopi adalah kewajiban harian yang tidak bisa diganggu gugat, bahkan saat sakit sekalipun. Akan tetapi, jangan segera minum kopi setelah minum obat. Hal ini bisa menjadi senjata makan tuan bagi kesehatan Anda.

Efek melek yang Anda rasakan setelah minum kopi didapat dari kandungan kafein yang bekerja dengan merangsang kerja otak dan jantung. Akan tetapi kafein dalam kopi dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Contohnya efedrin dan fenilpropanolamin, dua obat yang berfungsi mengatasi gejala flu dan hidung tersumbat.

Ketika Anda minum kopi setelah minum obat ini, detak jantung akan meningkat drastis. Ini jelas sangat buruk dampaknya bagi jantung. Hal yang sama akan terjadi seperti pada obat asma, theophylline atau mirip dengan kafein, antidepressan dan obat antipsikotik, kelompok antibiotik kuinolon, dan pil KB.

Bahaya lainnya dari minum kopi setelah minum obat adalah bisa memicu keracunan karena kafein dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh. Itu sebabnya kafein tidak bisa dikonsumsi setelah Anda meminum obat. Minum obat sebaiknya dengan air putih. Tidak disarankan minum obat dengan kopi, teh, jus, susu, minuman ringan bersoda, apalagi minuman keras. Beri jarak dua sampai tiga jam setelah minum obat, barulah minum kopi.

Di samping itu, khasiat obat akan lebih lama munculnya (bahkan akan kurang manjur) jika Anda minum kopi setelah minum obat karena kafein mengganggu proses penyerapan obat dalam lambung dan usus halus. Efek ini terjadi pada beberapa jenis obat, terutama golongan antidepresan, esterogen, serta obat-obat untuk gangguan tiroid dan osteoporosis.

Sebuah penelitian tahun 2008 menunjukkan, penyerapan levothyroxine yang berupakan salah satu obat gangguan tiroid berkurang 55 persen saat diminum bersama kopi. Demikian juga dengan alendronate, sejenis obat osteoporosis yang penyerapannya juga turun 60 persen.

Pada perempuan, kopi juga mempengaruhi keseimbangan hormon. Dalam beberapa penelitian, kadar esterogen dan hormon lain pada perempuan mengalami penurunan sesaat setelah minum kopi, sehingga penyerapan beberapa jenis obat bisa terganggu.

Efek samping kopi saat diminum bersama obat seringkali terlupakan karena orang lebih peduli pada efek samping dari kopi itu sendiri misalnya jantung berdebar-debar dan susah tidur. Padahal ketika minum kopi setelah minum obat, bisa memicu efek samping yang lebih beragam. Demikian ditulis situs Hellosehat.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini