Meski Kalah Pamor, Lahan Kopi Terluas di Indonesia Ternyata Ada di Sumatera Selatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 298 1760570 -NFoXAmUbui.jpg Kopi Nusantara (Foto: Takefivecoffee)

PERTUMBUHAN industri kopi dalam negeri belakangan ini semakin menunjukkan geliatnya. Beberapa varian kopi Nusantara bahkan telah mendapat sejumlah penghargaan di berbagai ajang bergengsi berkelas Internasional.

Salah satunya adalah kopi arabika khas Jawa Barat. Dalam acara Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Amerika Serikat, setidaknya 6 penghargaan berhasil diboyong sekaligus oleh para petani kopi Jawa Barat. Untuk juara pertama pihak penyelenggara menobatkan para petani Gunung Puntang sebagai pemenangnya.

BACA JUGA:

Dari Rasa Gandum hingga Kulit Kayu, 7 Minuman Soda yang Punya Rasa Paling Aneh di Dunia

Selai Ragi hingga Larva Kayu, 4 Makanan Paling Aneh dari Australia

Tidak hanya Jawa Barat, beberapa varian kopi khas Indonesia lainnya seperti kopi gayo, kopi Lampung, hingga kopi khas Toraja pun tak luput dari perhatian pencinta kopi dunia. Memang, sebagai negara beriklim tropis, Indonesia menjadi salah satu kawasan yang ideal untuk ditumbuhi berbagai jenis tanaman industri, termasuk tanaman kopi.

Dibalik fakta membanggakan tersebut, terselip sebuah informasi penting yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Dari puluhan varian kopi Indonesia yang telah go internasional itu, tahukah Anda bahwa kawasan penghasil kopi terbesar di Indonesia adalah Sumatera Selatan?

Fakta ini sempat dijelaskan secara langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang, Irene Camelyn Sinaga dalam acara Diskusi Panel Kementerian Pariwisata  di Novotel, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/8/2017).

BACA JUGA:

RESEP NENEK: Jengkol Sambal Ijo Bikin Makan Siang Makin Lahap, Juga 3 Resep Jengkol Lainnya

Fotografer Bikin 'Patung' Wajah dari Buah & Sayuran, Hasilnya MENAKJUBKAN

“Lahan kopi terluas di Indonesia itu sebetulnya ada di Sumatera Selatan. Sayangnya dari segi popularitas, produk kopi kami masih kalah jauh dari kopi Lampung. Padahal, kopi Lampung itu mengambil dari daerah kami, dan mereka mencampurkannya dengan kopi mereka sendiri,” tutur Irene.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada tiga faktor yang membuat kopi dari Sumatera Selatan tidak sepopuler varian kopi lokal lainnya. Masalah dari segi branding, sistem pengelolaan, hingga inovasi untuk mengembangkan varian kopinya sendiri masih sangat minim.

“Branding kita memang masih kurang. Selain itu, sistem yang diterapkan oleh para petani lokal pun masih belum tertata rapi karena masih mengikuti permintaan para produsen kopi. Sehingga kualitasnya pun cenderung tidak terkontrol. Hal ini akan memperhambat inovasi-inovasi untuk menciptakan varian kopi jenis baru,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini