nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stroke Terjadi Mendadak, Segera Deteksi Dini Gejalanya dengan Metode DSA!

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 18:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 22 481 1760890 stroke-terjadi-mendadak-segera-deteksi-dini-gejalanya-dengan-metode-dsa-UgLmLMQO37.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

DIGITAL Subtraction Angiography (DSA) menjadi salah satu metode untuk deteksi dini stroke agar tak berdampak fatal. Cara ini merupakan salah satu upaya preventif yang harus dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit secara mendadak.

(Baca Juga: Human Flag, Latihan Kekuatan yang Lagi Tren, Berani Coba?)

Karena stroke atau brain attack bisa terjadi kapan saja. Apalagi bagi kaum pria risikonya lebih besar. Penyakit ini juga merupakan silent killer yang kerap diabaikan oleh pasiennya. Apalagi di zaman modern, rata-rata pasien masih berusia produktif.

(Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan Pria Tidak Dianjurkan Kencing Sambil Berdiri! Duduk Lebih Bermanfaat)

Sayangnya, 30% orang meninggal dunia akibat stroke. Hal itu terjadi karena mereka tidak pernah mengontrol munculnya gejala stroke yang bersifat mendadak. Karena, gejala stroke memang sangat sulit dikenali, sehingga pasien lengah hingga akhirnya serangan itu datang.

(Baca Juga: Walau Rasanya Pahit, Makan Pare Mentah Bisa Cegah Gula Darah Naik!)

Spesialis Bedah Saraf dr Roslan Yusni Hasan SpBS dari RS Bethsaida Serpong menjelaskan, DSA merupakan salah satu pemeriksaan yang menunjang gambaran akurat kondisi otak manusia. Dengan menggunakan DSA, hasilnya sangat baik untuk mendeteksi dini penyakit stroke yang mematikan.

"DSA bukanlah terapi pengobatan, tetapi malah upaya preventif yang bisa membuat orang mencegah faktor risiko stroke," terang dr Roslan saat ditemui di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (22/8/2017).

Pada saat pemeriksaan, dokter juga akan melihat adanya kelainan di bagian pembuluh darah. Misalnya apakah pasien berisiko mengalami aneurisma otak atau pembuluh darah menggelembung.

(Baca Juga: Duh! Gara-Gara Lakukan Pose Yoga yang Salah, Wanita Hamil Alami Buta Sementara)

Bila aneurisma itu pecah, pasien rentan sekali mengalami dampak stroke. Seain itu, penanganan pengobatannya juga jauh lebih rumit.

Apalagi serangan stroke sifatnya sangat mendadak. Bahkan, bisa dibilang kejadiannya tak jauh berbeda dengan serangan jantung yang sama-sama mematikan.

"Semua orang harus melakukan upaya deteksi dini stroke. Jangan sampai terlambat mendapatkan pertolongan bila mengalaminya, pengobatannya bisa sulit karena pasien akan lumpuh," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini