nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 08:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 23 406 1761594 berniat-beli-rumah-dengan-fasilitas-bandara-syaratnya-harus-punya-hobi-ini-VW3FC5BaVY.jpg Rumah dengan Bandara (Foto: Independent)

RUMAH yang dilengkapi dengan kebun atau pekarangan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana dengan rumah yang dilengkapi dengan bandara?

Kini kesempatan memiliki rumah beserta bandaranya bisa dimiliki siapa saja yang berani memberi properti milik Kjell Brattfors, pria berusia 72 tahun dari Swedia. Kjell baru-baru ini sedang berupaya menjual rumahnya.

Sebenarnya Brattfors berniat menjual bandara yang dibangunnya di dekat Gothenburg. Sebagai bonus tambahan, landing strip itu dilengkapi dengan dua hanggar pesawat dan sebuah rumah. Ia pun menceritakan awal mulanya memiliki properti ini.

airport2.jpg

"Tidak ada apa-apa saat saya membelinya. Saya terbang di atas daratan itu bersama seorang teman pada suatu musim panas dan mengira akan menjadi tempat yang bagus untuk jalur pendaratan. Jadi saya menghubungi pemiliknya, membeli tanah, lalu membangun rumah dan jalur pendaratan sepanjang 3 kilometer," ujar Brattfors kepada The Local dikutip dari Independent, Kamis (24/8/2017).

Brattfors mengaku keputusannya untuk menjual properti tersebut didasari oleh usianya yang semakin bertambah.

"Saya tidak membangunnya menjadi bandara, saya membangunnya untuk saya dan anak saya untuk memulainya. Saya lebih tua sekarang, jadi saya pikir sudah waktunya untuk memindahkannya," ujar Brattfors.

Bandara yang diberi nama sebagai Bandara Kattleberg dijual seharga 1,98 juta poundsterling atau senilai Rp33,9 miliar. Brattfors yang selama ini mengelola properti tersebut untuk disewakan sebagai akomodasi bed and breakfast, memiliki syarat yang ketat untuk orang yang ingin membelinya.

https://static.independent.co.uk/s3fs-public/styles/story_large/public/thumbnails/image/2017/08/18/15/airport1.jpg

"Menemukan seseorang untuk membelinya tidak sulit. Tapi saya ingin barang itu dibeli oleh seseorang yang akan melanjutkan warisannya. Saya tidak ingin hal itu dihancurkan dan sesuatu yang lain dibangun di atasnya. Ini adalah tempat yang fantastis," jelas Brattfors.

Meski telah banyak yang ingin membelinya, Brattfors merasa belum ada orang yang tepat sesuai dengan persyaratan yang dia ajukan. Bahkan, agen yang membantunya menjual properti mengaku telah lelah mengikuti kemauannya.

"Tidak banyak orang yang memenuhi persyaratan saya. Agen real estate telah sedikit lelah dengan saya. Saya telah mengatakan tidak pada sekolah terbang, klub terbang, dan hal-hal semacamnya," ujar Brattfors.

Ia ingin penghuninya kelak bisa memanfaatkannya sebagai hunian dan properti pribadi untuk menyalurkan hobi terbangnya.

"Saya harap ini berlanjut pada seseorang yang ingin tinggal di sana, terbang sedikit, itu skenario impian saya. Mungkin sebuah keluarga akan membangun diri mereka sendiri dan berteman dengan tetangga," pungkas Brattfors.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini