nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAYA REMPAH: Menikmati Lezatnya Soto Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 24 298 1762381 kaya-rempah-menikmati-lezatnya-soto-indonesia-nlBAXo7Pk5.jpg Soto betawi (Foto:Ilustrasi/Ist)

KAYA akan rempah dan bumbu, soto merupakan satu jenis kuliner Indonesia yang beragam rasanya. Dari berbagai daerah di Nusantara, lezatnya varian soto bisa Anda rasakan dengan harmoni rasa khas berbeda di tiap semangkuk kuah soto.

Soto merupakan makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Biasanya daging untuk kaldu soto paling sering menggunakan daging sapi dan ayam, tetapi ada pula yang menggunakan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki soto khas daerahnya masing-masing dengan komposisi yang berbeda-beda, misalnya soto madura, soto kediri, soto pemalang, soto lamongan, soto kudus, dan coto makassar yang sesuai dengan daerah tempat asal soto dengan bumbu, kuah, dan bahan berbeda. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, dan soto kambing.

Ada pula soto yang dibuat dari daging kaki sapi yang disebut soto sekengkel. Adapun cara penyajian soto berbeda-beda sesuai kekhasan setiap tempat. Soto biasa dihidangkan dengan nasi, lontong, ketupat, mi, atau bihun disertai berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping, maupun sambal. Ada pula yang menambahkan telur puyuh, sate kerang, jeruk limau, dan koya. Tidak perlu jauh-jauh hingga harus ke daerah asal tempat soto dibuat.

Ada banyak warung soto pinggir jalan yang menjual soto lamongan, bahkan soto padang jika mampir ke rumah makan Padang. Di Jakarta, soto betawi merupakan jenis soto populer. Seperti halnya soto madura, soto betawi juga menggunakan jeroan dan bagian daging sapi lain, seperti hati, torpedo, maupun bagian kepala sapi. Kuahnya yang menjadi ciri utama memang kental dengan santan. Jika melipir sedikit ke arah Bogor, Anda bisa menemukan soto khas Bogor. Salah satu warung soto terkenal itu ada di seputar Jalan Mawar, dekat Stasiun Bogor.

 

Soto berkuah santan ini menggunakan 15 butir kelapa dan campuran rempah rahasia yang cukup beragam untuk membuat rasanya cukup kental berbumbu. Begitu terkenal enaknya di Bogor, pelanggan harus datang sekitar pukul 09.00 WIB karena soto di sini seringkali sudah habis sebelum pukul 12.00 WIB. “Resep sudah turun-temurun dari kakek, kalau dulu jualannya keliling dipikul. Kami banyak memakai santan dan rempah sehingga tidak lagi menambahkan penyedap rasa,” ungkap Sunardi, penerus generasi ke-3 Soto H Djadja.

BACA JUGA:

KAYA REMPAH: Sedapnya Gulai Balungan Bledug, Menu Khas Garut yang Kental

KAYA REMPAH: Gurih Rempah Soto Padang & Lontong Sayur Padang Bikin Ketagihan

Selain hanya berjualan pagi hingga siang, warung soto H Djadja juga libur saat Jumat. Tidak perlu mahal merogoh kantong untuk menikmati semangkuk soto kental gurihnya, rata-rata hanya Rp20.000 saja, tergantung seberapa banyak daging bagian kepala sapi hingga paru dan jeroan yang dipilih dan apakah menambahkan perkedel. “Sehari untuk soto, saya habiskan 15 kg daging, kalau Sabtu Minggu bisa lebih,” ucap Sunardi. Menurutnya, metode masak turut memengaruhi rasa soto khas yang dibuatnya dari resep turunan. Di antaranya, dagingnya dibumbui kuning kunyit dan direbus menggunakan kayu bakar.

Daging bagian kepala pun agar empuk direbus sekitar 4 jam, tergantung tua mudanya daging. Bila tidak bisa mencicipi kuah soto yang begitu kental dengan santan, soto bening yang juga masih di seputaran Bogor bisa menjadi pilihan. Di warung Soto Mang Bonin di Jalan Semeru, salah satunya terkenal dengan soto yang rasanya lebih ringan. Menggunakan potongan daging sapi, kroket risol, bersama kaldu sapi bening, tambahan seledri daun bawang menambah aroma tersendiri. Menikmatinya bisa menggunakan nasi, tersedia tambahan kerupuk emping dan perkedel bagi pelanggan yang suka.

BACA JUGA:

KAYA REMPAH: 4 Cabai Indonesia Punya Rasa Terpedas Sekaligus Bentuk Tercantik,

KAYA REMPAH: Biji Teratai & Jali, 2 Biji Rahasia Kelezatan Chinese Food

Warung Soto Mang Bonin buka sejak pukul 07.00- 14.00, menjelang akhir waktu makan siang. Berjualan sejak 1987, dalam sehari soto bening ini bisa menghabiskan hingga 25 kg daging sapi bagian kepala dan 12 kg kroket risol. “Disini soto beningnya beda karena orang-orang menanyakan kroket risolnya, tadinya berjualan di Jalan Semboja,” sebut Rika Anjani, generasi ke-2 yang menjalankan Warung Soto Mang Bonin.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini