nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Segera Hadir Gula dari Fermentasi ASI yang Katanya Jauh Lebih Sehat dari Gula Tebu, Kok Bisa?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 19:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 24 298 1762402 segera-hadir-gula-dari-fermentasi-asi-yang-katanya-jauh-lebih-sehat-dari-gula-tebu-kok-bisa-thlJnmr0TU.jpg Ilustrasi gula (Foto: Foodbeast)

SAAT membuat masakan, tentunya ada bahan-bahan yang dibutuhkan. Salah satu bahan yang sering digunakan untuk memasak adalah gula. Namun, memasukkan gula ke dalam masakan tidak boleh berlebihan. Makanan yang terlalu manis bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat memicu masalah kesehatan seperti diabetes.

Jenis gula yang sering dihindari adalah gula pasir yang berasal dari tebu. Kini mulai banyak pengganti gula pasir yang digunakan untuk memasak. Mulai dari gula aren hingga gula dari daun Stevia. Baru-baru ini, muncul terobosan modern dalam ilmu nutrisi dan makanan yang mengidentifikasi manfaat kesehatan dari oligosakarida susu manusia (HMos). HMOs adalah kandungan gula dalam ASI yang disebut sebagai gula sehat.

 BACA JUGA:

Hati-Hati dalam Diet, Ini Aturan Makan Protein untuk Penderita Diabetes


Cukup Olahraga HIIT, Kadar Gula Darah Jadi Stabil, Penderita Diabetes Tak Perlu Minum Obat?

HMOs berperan penting untuk pertumbuhan bayi dan memberikan nutrisi yang tepat. Gula jenis ini tidak secara langsung memberikan makanan pada bayi, melainkan pada bakteri tertentu di usus. Dengan begitu, banyak manfaat yang diterima oleh bayi. Selain pada bayi, prebiotik ini bisa memperbaiki kesehatan usus orang dewasa.

Dari hasil temuan ini, banyak perusahaan yang berusaha mengembangkan sebuah proses untuk memproduksi gula jenis ini agar layak dijual secara ekonomi. Salah satu perusahaan start up di California, Sugarlogix mulai memproduksi gula ini dan siap untuk dipasarkan.

Menurut Fast Company, Sugarlogix memproduksi setidaknya satu HMOs melalui fermentasi. Gula ini disebut 2′-fucosyllactose yang diumpankan ke bakteri spesifik yang ada di perut bayi dan manusia, salah satunya adalah Bifidobacterium longum infantis. Berdasarkan hasil penelitian, hanya mikroba ini yang bisa memecah gula dan menggunakannya untuk bertumbuh agar bisa mematikan bakteri menular seperti E. coli.

Apabila seseorang mengonsumsi gula ini, dia berpotensi menurunkan risiko penyakit Parkinson, kanker, dan penyakit lain yang terkait dengan kesehatan usus. Kesehatan usus sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.

 BACA JUGA: TERUNGKAP! Ternyata Pengganti Gula dari Daun Stevia Bisa Obati Penyakit Lyme

Tidak seperti kebanyakan gula lain yang merupakan sumber energi pada manusia, gula ini hanya berupa suplemen tambahan. Prebiotik lain juga bisa diproduksi bersamaan sebagai suplemen yang diperlukan oleh bakteri. Untuk itulah Sugarlox berencana memasarkan produknya dalam bentuk suplemen diet sebelum diolah menjadi yoghurt, kombucha, dan makanan kaya probiotik lainnya. Demikian sebagaimana dikutip Foodbeast, Kamis (24/8/2017).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini