nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 24 Agustus 2017 07:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 24 406 1761939 ya-ampun-wanita-aljazair-rela-menahan-sakit-karena-tato-di-wajah-demi-dipuji-cantik-uib5KgH1T3.jpg Tato di Wajah Algeria (Foto: Africanews)

CANTIK, kata inilah yang sangat diidam-idamkan oleh setiap perempuan di seluruh dunia. Kaum hawa bahkan tidak jarang rela melakukan segala cara untuk sekadar mendapat perhatian dan dipuja kecantikannya.

Setiap Negara memiliki pengertian cantik yang berbeda-beda. Di Burma misalnya, perempuan baru dianggap cantik, jika leher mereka panjang dengan diisi gelang-gelang yang bersinar keemasan. Gelang-gelang tersebut kabarnya juga merupakan simbol dari kedudukan dan keagungan mereka di masyarakat.

Kemudian, pengertian cantik yang unik lainnya, yaitu ada di Mauritania. Perempuan-perempuan di Mauritania baru dianggap cantik saat tubuh mereka gemuk, negara ini justru menganut kebalikan dari sebagian besar negara lainnya yang menganggap wanita cantik itu yang bertubuh langsing.

Berbeda dengan Burma dan Mauritania, di Aljazair pengertian cantik yang dianut oleh negara ini begitu tidak lazim dan terkesan menyakitkan. Pasalnya, perempuan-perempuan Aljazair baru akan dianggap cantik jika telah menato wajah terlebih dahulu.

BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan

Tato-tato digambar pada dahi, dagu, dan pipi perempuan asli Aljazair, tepatnya orang-orang Chaouia yang tinggal di Pegunungan Aures. Tradisi menato wajah agar dipuji cantik tersebut kabarnya merupakan bagian dari tradisi yang telah dilakukan turun-temurun.

Perempuan-perempuan Aljazair tersebut wajib menato wajah mereka bahkan sejak berusia 9 tahun. Ibu-ibu dari anak perempuan biasanya akan memaksa anak mereka untuk menato wajah, agar anak perempuannya kelak dipuji cantik oleh masyarakat, khususnya para pria, dikutip dari Africa News, Kamis (24/8/2017).

BACA JUGA: Parade Kuda Renggong dan Domba Adu Ikut Meriahkan Karnaval Kemerdekaan di Bandung

“Saya masih mengingatnya, tato itu sangat menyakitkan dan saya menangis, menolak untuk di tato,” ungkap Djena Benzhara, salah seorang perempuan berusia 74 tahun asli Aljazair, seperti yang dikutip dalam Africa News.

Mitos yang terkait dengan tradisi tato Aljazair ini justru sangat bertolak belakang dengan pengertian cantik yang dianut. Pasalnya, seperti yang dikutip dalam Africa News, perempuan-perempuan awalnya dipaksa untuk membuat tato di wajah mereka agar tidak terlihat menarik bagi tentara Prancis yang menjajah saat itu. Tapi, di sisi lain, keyakinan untuk menato wajah juga karena para wanita telah dianggap berdosa terhadap Tuhan.

BACA JUGA: Asyik! Tak Hanya Unta, di Dubai Anda Juga Bisa Main Ski Hingga Selfie Bareng Singa Laut

BACA JUGA: SHARELOC: Menyisir Pinggir Burj Khalifa, Ini 4 Lokasi Berburu Pernak-pernik di Pasar Tradisional Dubai

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini