Image

Penyebab Semakin Banyak Remaja Alami Obesitas, Doyan Makan Pizza, Burger hingga Kecanduan Gadget

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017, 07:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 24 481 1762537 penyebab-semakin-banyak-remaja-alami-obesitas-doyan-makan-pizza-burger-hingga-kecanduan-gadget-327jhj5OOK.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

SETIAP anak remaja saat ini diklaim mudah mengalami obesitas. Banyak sekali faktornya yang mempengaruhi anak remaja mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

(Baca Juga: Lagi, Pernikahan Beda Usia, Nenek 75 Tahun Nikahi Seorang Perjaka di Kalimantan!)

Studi telah mengungkapkan, anak remaja sangat berisiko mengalami peningkatan obesitas. Hal ini karena mereka kurang aktivitas fisik dan cenderung menghabiskan waktunya dengan gadget, baik bermain game atau berselancar di media sosial.

(Baca Juga: UNIK! Gunakan Make-Up Opera Tradisional, Dokter di China Bikin Pasien Betah Berobat)

Belum lagi, remaja saat ini cenderung suka makan pizza, burger, ayam goreng, kentang goreng, dan beberapa jenis junk food lainnya yang dapat memicu kenaikan berat badan. Apalagi bagi mereka yang tak bisa mengendalikan kebiasaan buruk makan ini, berat badan menjadi tidak terkendali hingga akhirnya mengalami obesitas.

(Baca Juga: Selain Deteksi Dini Gejala, Jalani Gaya Hidup Sehat Jadi Upaya Terbaik Cegah Brain Attack yang Mematikan)

Anak remaja cenderung mengalami ketergantungan terhadap makanan tinggi lemak jenuh tersebut. Tak hanya itu, makanan ini juga meningkatkan produksi kolesterol dalam tubuh.

Profesor di University of Southern California Bradley mengatakan, penelitian ini mengungkapkan risiko obesitas pada anak remaja. Dampaknya juga dapat terjadi dalam jangka panjang.

"Anak remaja suka sekali mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan mungkin sulit mengendalikan dorongan itu," kata Bradley, dilansir Zeenews, Jumat (25/8/2017).

(Baca Juga: WASPADA! Brain Attack Bisa Terjadi Kapan Saja, Gejalanya Bentuk Wajah Miring Sebelah)

Untuk penelitian ini, tim menggunakan MRI untuk mengamati hubungan antara aktivitas neurologis dan risiko obesitas. Dalam penelitian ini, periset mengamati kebiasaan anak obesitas dan anak yang langsing.

Saraf otak mendukung perhatian dan pengaturan untuk mengendalikan berat badannya. Pada kelompok anak remaja obesitas, berisiko mengalami penyakit kardiovaskular di masa mendatang.

Untuk mencegahnya, remaja harus mulai melakukan dan membiasakan gaya hidup sehat. Apalagi saat ini, semakin banyak restoran junk food yang tersebar di dekat tempat tinggalnya.

Dengan mudahnya mereka membeli dan mengonsumsinya dengan mudah. Akhirnya, mereka jadi kecanduan makan junk food setiap saat mereka inginkan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini