nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kopi Toraja, "Minuman Para Dewa" yang Digandrungi Kalangan Elite Eropa & Jepang saat Masa Penjajahan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 07:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 25 298 1762876 okezone-week-end-kopi-toraja-minuman-para-dewa-yang-digandrungi-kalangan-elite-eropa-jepang-saat-masa-penjajahan-j6KUpVmVHf.jpg Kopi Toraja (Foto:Ilustrasi/Shutterstock)

SELAMA ini, Toraja dikenal sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki berbagai atraksi wisata unik dan menarik untuk dieksplorasi. Mulai dari desa wisata Kete Kesu dengan jejeran rumah tongkonan dan kuburan leluhurnya, hingga menikmati pemandangan dari negeri di atas awan di Kampung Lolai, semuanya dapat Anda nikmati saat berkunjung ke Toraja.

Di samping itu, Toraja juga memiliki varitas kopi arabika yang telah dikenal luas oleh para pencinta kopi nusantara maupun mancanegara. Dilansir Okezone dari berbagai sumber, kopi toraja memiliki sejarah panjang dan ada beberapa versi yang menjelaskan kapan kopi ini masuk ke daerah Toraja dan menjadi kopi andalan daerah tersebut.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa kopi toraja sudah sejak abad ke-17. Fakta ini merujuk pada sebuah catatan yang memaparkan proses pengiriman bibit kopi arabika dari India kepada gubernur jenderal Hindia Belanda di Batavia menjelang akhir abad ke-17.

BACA JUGA:

Teori Matematika Erat Kaitan dengan Secangkir Kopi yang Nikmat

Agar Perut Tidak Kaget, Ini Jenis yang Cocok untuk Pemula Minum Kopi

Namun, menurut buku yang ditulis oleh T William Bigalke, 'Tana Toraja: A Social History of An Indonesia People', 2005, kopi toraja baru dikembangkan pada abad ke-18. Bahkan, beberapa sumber lain menyebutkan bahwa kopi toraja berasal dari perkebunan kopi yang dibuka oleh Van Dijk di kawasan Rantekarua pada 1928.

Meski hingga saat ini asal usul kopi toraja tidak diketahui secara pasti, namun sejak dulu kopi toraja telah menyita perhatian para kaum bangsawan Belanda. Kopi toraja juga menjadi minuman favorit di kalangan elite Eropa.Berawal dari fakta tersebut, masyarakat Toraja pun menganggap kopi tersebut sebagai minuman ‘para dewa’.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1930-an popularitas kopi toraja mulai dikenal luas dan diketahui oleh masyarakat Jepang. Dalam waktu singkat, sudah banyak kedai-kedai kopi di Jepang yang menjajakan kopi toraja. Setidaknya terdapat lebih dari 5.100 restoran dan kafe di Jepang yang menyuguhkan kopi para dewa itu.

Lantas, apa keistimewaan kopi toraja hingga begitu disukai para pencinta kopi di dunia?

BACA JUGA:

TOP FOOD 1: Rahasia di Balik Racikan Secangkir Kopi Nikmat dan Sehat

4 Cara Bikin Kopi Lebih Nikmat & Sehat

Salah satu produk kopi toraja yang cukup digemari belakangan ini adalah single origin Toraja Sapan. Sapan sendiri merupakan daerah kecil yang terletak di Kabupaten Toraja Utara. Masyarakat Sapan menanam kopi di lereng Gunung Sesean yang memiliki ketinggian sekitar 1.400 – 2.100 meter dari permukaan laut.

Wilayah ini memang tempat ideal untuk menanam kopi jenis arabika karena dianggap sebagai faktor penting yang membuat cita rasa kopi toraja menjadi lebih nikmat dan khas. Berbicara soal rasa, kopi Toraja Sapan memiliki body atau tekstur yang full, bright acidity. Selain itu, kopi ini memiliki notes herbal dan cinnaon, plus after taste seperti dark chocolate.

Mengingat karakter rasa dan teksturnya yang sudah sempurna, para pencinta kopi biasanya hanya menyeduh kopi Toraja Sapan dengan pour over. Metode ini memungkinkan Anda menikmati rasa kopi yang lebih jernih, bersih, dan tentunya memiliki aroma yang lebih menggoda.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini