nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Menyusuri Sejarah & Proses Pengolahan Kopi Kintamani, Kopi Rasa Buah yang Digemari Pencinta Kopi di Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 25 298 1762902 okezone-week-end-menyusuri-sejarah-proses-pengolahan-kopi-kintamani-kopi-rasa-buah-yang-digemari-pencinta-kopi-di-dunia-iHYtQxfomB.jpg Kopi kintamani (Foto:Ilustrasi/Shutterstock)

PERKEMBANGAN industri kopi Indonesia yang begitu pesat, memaksa para produsen kopi di berbagai daerah untuk terus meningkatkan kualitas produk mereka. Tak terkecuali bagi para petani kopi kintamani di Pulau Dewata Bali.

Di tangan petani kopi kintamani, kopi bukan hanya sebatas rasa dan aroma yang menggugah selera. Mereka memadukan komoditas pertanian ini dengan nilai-nilai kearifan lokal sehingga menciptakan produk kopi berkualitas yang juga menjadi salah satu kopi andalan Indonesia.

Sesuai dengan namanya, kopi kintamani dibudidayakan di kawasan perbukitan Kintamani dan juga sepanjang jalur wisata yang membentang antara Tampaksiring hingga Singaraja. Menurut data yang dihimpun Okezone, lahan perkebunan kopi yang ada di daerah ini mencapai 15.000 hektar.

BACA JUGA:

Sudah Benarkah Cara Anda Memegang Secangkir Kopi? Ini Etikanya

Minum Kopi Bikin Sehat asal Hindari Bahan Pemanis

Kawasan Kintamani memang telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Bali. Tetapi, ketika Gunung Batur meletus pada September 1963 hingga Mei 1964, sebagian besar perkebunan kopi rusak total karena sangat berdekatan dengan perbukitan Kintamani.

 

Namun sebagai gantinya, tanah serta abu vulkanik yang terbawa dari letusan Gunung Batur justru membantu menyuburkan tanah perkebunan di tahun-tahun berikutnya. Banyak yang berpendapat bahwa cita rasa manis (fruity) dan aroma kecokelatan pada kopi kintamani karena ditanam di atas tanah vulkanik.

Menurut William Edison Founder One Bean Coffee Bali, karakter rasa kopi kintamani jauh lebih kompleks dan dapat berubah-ubah. Salah satu faktor penyebabnya adalah cuaca.

“Menurut saya, tahun ini karakter rasa kopi Kintamani cenderung mirip kedondong, ada rasa ‘sepet-sepet’ dan manis yang cukup kuat. Kalau tahun lalu rasanya agak mirip buah-buahan tropikal seperti nanas,” tutur William saat dihubungi Okezone via telepon, Kamis 24 Agustus 2017.

Ketika membahas terkait teknik penggilingan, William menerangkan bahwa sebagian besar produsen kopi Kintamani sejak dulu memang menerapkan metode full wash, tidak seperti kopi arabika asal Sumatera yang menggunakan metode semi wash. Kendati demikian, kini sudah banyak produsen kecil termasuk petani-petani kopi yang mulai menggiling kopi mereka sendiri dengan metode natural process dan honey process.

“Setiap proses penggilingan tentunya memiliki karakter rasa tersendiri. Yang lagi nge-tren itu lebih ke natural dan honey process, apalagi jika membelinya di kedai specialty coffee,” jelas William.

Secara umum, metode full wash akan membuat kopi menjadi lebih bersih dan tingkat keasamannya (acidity) menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, ketika memasuki proses roasting, sebagian orang cenderung memilih tingkat kematangan medium.

BACA JUGA:

Proses Roasting Menentukan Cita Rasa Kopi

Kesuksesan Kopi Vietnam Itu karena Indonesia!

“Masyarakat Indonesia itu tidak terlalu suka kopi yang terlalu asam, makanya pada saat proses roasting, Nah, bagi yang menyukai sensasi rasa fruity, biasanya akan menggiling kopi dengan teknik natural karena rasanya akan lebih ‘keluar’,” papar William.

Untuk proses penyeduhannya, William merekomendasikan teknik V60 atau ditubruk biasa saja. Teknik penyeduhan tersebut akan mengeluarkan semua karakter rasa kopi dengan sempurna. Rasa kopi Kintamani yang khas dan eksotis ternyata berhasil menarik perhatian pencinta kopi mancanegara.

“Meski awalnya kopi ini terkenal karena nama Bali itu sendiri, namun sudah banyak konsumen tetap yang terus datang untuk membeli kopi kintamani. Rata-rata wisatawan asal China, Eropa, dan Amerika,” tukasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini