POP SUGAR: Manis Gurih Dawet Selasih Pasar Gede yang Menyegarkan di Siang Hari

Harian Jogja, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 25 298 1762910 pop-sugar-manis-gurih-dawet-selasih-pasar-gede-yang-menyegarkan-di-siang-hari-pUZihwiiOT.jpg Es dawet selasih (Foto: Jibi)

LAPAK Dawet Selasih dan Gempol Pleret Bu Siti berada di dalam Pasar Gede Solo sisi timur, tepatnya di jalur utama sisi tengah pasar.

Di pasar yang yang terletak di Jl. Urip Sumoharjo Solo itu terdapat beberapa penjual es selasih mulai dari pintu masuk utama sisi barat di tengah hingga di los di dekat pintu masuk sisi utara.

Siang itu tangan Kushendrati terlihat melayani pembeli dawet selasih di lapak Dawet Selasih dan Gempol Pleret Bu Siti, yang merupakan milik kakaknya, Siti.

BACA JUGA:

POP SUGAR: Musim Panas di Jepang, Masyarakat Heboh Berburu Es Krim Bentuk Pedang

POP SUGAR: Yummy! Es Krim Ungu Cantik Ini Terbuat dari Ubi

Dawet selasih Bu Siti terdiri ketan hitam, selasih, tape, cendol, tepung beras yang sudah dibuat seperti bubur, irisan buah nangka, gula pasir dan santan. Semua bahan dicampur dan disajikan bersama es batu pada sebuah mangkuk putih. Satu porsi dawet selasih dijual dengan harga Rp7.000.

Dari bahan-bahan yang digunakan, sudah dapat dibayangkan bagaimana rasa dawet selasih. Bubur tepung beras berwarna putih memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih. Begitu juga dengan ketan hitam dan cendol. Sedangkan tape ketan memiliki rasa manis. Buah nangka yang diiris kecil-kecil, selain warnanya yang manis juga menghasilkan aroma khas. Biji selasih berwarna hitam dengan permukaannya berwarna putih bening menimbulkan sensasi tersendiri saat dikunyah. Gula pasir yang sudah dicairkan dan santan serta es batu menjadikan dawet selasih terasa segar diminum di siang hari.

BACA JUGA:

POP SUGAR: Teknik Memanggang dan Resep Khusus, Bikin Pillow Cake Indonesia Beda dengan yang Ada di Asia

POP SUGAR: Si Kecil Lagi Malas Makan? "Sogok" Dulu dengan Es Krim Kopyor Spesial

Dalam sehari, Kushendrati mengaku menjual dawet sekitar 45 porsi. Namun saat akhir pekan, jumlah penjualan lebih banyak. Selama ini dirinya terus mempertahankan kualitas dawet, baik dari segi rasa, tampilan hingga bahan baku.

Dia memastikan semua bahan yang digunakan adalah bahan alami. β€œGula juga gula asli. Kami tidak mau menggunakan pemanis buatan, sebab kami tidak ingin pelanggan meninggalkan kami,” kata dia.

Selain dawet selasih, di lapak tersebut pembeli juga bisa menikmati es gempol pleret, minuman sejenis dawet dengan isi gempol dan pleret yang terbuat dari tepung beras. Rasa manis es gempol pleret didapatkan dari kuah yang terbuat dari campuran santan dan gula.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini