nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Sering Disuruh Beli Kopi Sejak Remaja, Buat Irvan Helmi, Seorang Barista Jatuh Cinta dengan Kopi

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 25 298 1763347 okezone-week-end-sering-disuruh-beli-kopi-sejak-remaja-buat-irvan-helmi-seorang-barista-jatuh-cinta-dengan-kopi-cnK2AOHpTI.jpg Kopi (Foto: Youtube)

CINTA datang karena biasa, sepertinya ungkapan inilah yang cocok untuk disematkan pada sosok Irvan Helmi dengan dunia kopi.

Pada Okezone, ia menuturkan bahwa kecintaannya pada kopi sebenarnya tidak diawali dengan momen spesial yang khusus. Sosok dibalik suksesnya kedai kopi ternama, Anomali Coffee ini mengungkapkan bahwa ketertarikan dirinya dengan kopi malah bukan timbul karena dirinya sendiri. Melainkan muncul karena kebiasaan dari sang nenek tercinta.

BACA JUGA:

Tak Hanya Bermodal Tampan, Barista Asal Korea Ini Patut Diacungi Jempol

Barista Tidak Akan Pesan Ini di Coffee Shop

"Sebenarnya kalau ditanya apa titik atau momen spesial yang buat saya jatuh cinta dengan kopi, tidak ada sih. Ini awalnya malah dari nenek saya, karena saat saya remaja sekitar pas sekolah di sekolah menengah pertama atau awal sekolah menengah atas gitu, nenek tuh suka nyuruh beli kopi di sebuah toko kopi di Tanah Abang. Karena nenek inilah yang peminum pecinta kopi, beliau pasti minum kopi tiga kali dalam sehari setiap usai santap besar," papar Irvan kala dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, baru-baru ini.

Lebih lanjut Irvan menyebutkan, dari rutinitas dirinya saat remaja tersebut lah yang membuat pengetahuannya akan dunia kopi menjadi terbuka lebar.

"Saat ke toko kopi itulah, saya baru sadar dan tahu oh begini loh kopi. Karena saat di sana kan jadi lihat proses roasting, lalu suka ditanya kopinya campur atau enggak, mau kopi Toraja atau kopi daerah manalagi. Awalnya hanya tahu kopi itu kopi bungkusan sachet," tambahnya.

Sampai akhirnya, pada sekitar era 2000-2005'an, Irvan baru menjadi penikmat dan penggiat kopi. Ia yang kala itu kerap harus menyelesaikan tugas kuliahnya saat malam hari, merasa sangat butuh asupan minuman kopi.

"Mulai nyari-nyari kopi itu pas kuliah, sekitar 2000-2005'an karena butuh buat bikin konsentrasi pas bikin tugas programming. Lalu akhirnya sampai ketemu partner yang sekarang, Agam dan terfikir untuk kenapa enggak kita jual kopi Indonesia. Saat itu kan masih jarang lah yang ngembangin kopi Indonesia," imbuhnya.

BACA JUGA:

Perang Barista di Lampung: Tak Hanya Sekadar Menyeduh Kopi

Jangan Ragu, Profesi Barista Itu Sangat Menjanjikan

Irvan yang awalnya malah berjualan sop buntut ala tenda di sebuah kampus, akhirnya lebih memilih tertarik dengan kopi. Sehingga akhirnya ia bersama sang sahabat, Agam menggodok ide dari 2005 untuk membuka coffee shop. Sampai akhirnya pada 2007, Irvan dan Agam membangun kedai kopi Anomali Coffee. Sejauh ini, Anomali Coffee sendiri sudah ada sebanyak enam buah gerai yang tersebar di Jakarta dan Bali.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini