Wi-Fi Gratis Memang Menguntungkan, Tapi Benarkah Paparan Radiasinya Memicu Kanker?

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 25 481 1763134 wi-fi-gratis-memang-menguntungkan-tapi-benarkah-paparan-radiasinya-memicu-kanker-yN3MVRNuo4.jpg Ilustrasi (Foto: Express)

MENJADI salah satu penyebab kematian utama pada manusia, semakin hari semakin banyak orang yang waspada terhadap kanker. Berbagai cara dilakukan untuk melindungi tubuh agar tidak terkena penyakit mematikan itu. Salah satunya menghindari hal-hal yang meningkatkan risiko kanker.

(Baca Juga: Cara Mudah Atasi Kapalan, Rendam dengan Air Hangat Selama 10 Menit, Kulit Mati Akan Terangkat)

Banyak asumsi di masyarakat bahwa penggunaan ponsel berlebihan bisa menyebabkan kanker karena pancaran sinar radiasi. Seiring berkembangnya teknologi, muncul anggapan lain yang menyatakan sinyal Wi-Fi bisa meningkatkan risiko kanker karena bekerja dengan radiasi frekuensi radio buatan manusia. Cara kerjanya hampir mirip dengan sinyal Bluetooth, gelombang mikro, dan televisi.

(Baca Juga: Kaya Nutrisi, Makan Biji Semangka Rebus Bantu Hilangkan Jerawat hingga Meningkatkan Kesuburan Pria)

Beberapa orang khawatir penggunaan sinyal Wi-Fi bisa merusak kesehatan jangka panjang, salah satunya menyebabkan kanker. Untuk itu, beberapa penelitian mulai menganalisis hubungan antara penggunaan Wi-Fi dengan risiko kesehatan. Sebagai contoh, di tahun 2013 ada penelitian yang dipublikasikan di jurnal Radiation Safety Journal yang menyatakan teknologi WI-Fi tidak menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

Hal itu dikarenakan paparan radiasi dari Wi-Fi menggunakan energi spektrum elektromagnetik yang tergolong rendah. Menurut American Cancer Society, paparan radiasi itu memang memiliki cukup energi untuk memindahkan atom dalam molekul tertentu, tapi tidak cukup untuk mengion. Berbeda dengan penggunaan sinar X yang energi radiasinya cukup tinggi sehingga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.

(Baca Juga: Identik dengan Ritual Mistis, Ternyata Mandi Kembang Punya 6 Manfaat Ini Lho)

Terlebih lagi, Wi-Fi biasanya hanya menggunakan kekuatan 0,1 persen dari waktu ketika mengirimkan. Sedangkan bila Anda menggunakan ponsel untuk menelepon, kekuatan untuk menyampaikan informasi bisa seratus kali lebih kuat selama Anda menelepon. Tapi yang harus diwaspadai adalah apabila Anda menggunakan ponsel untuk streaming video atau apapun dalam waktu lama.

Badan kesehatan dunia (WHO) dan badan kesehatan kanker menyatakan ponsel kemungkinan mengandung karsinogen bila digunakan terlalu sering atau terlalu lama. Tapi hingga saat ini kejelasan akan kemungkinan ini belum bisa dipastikan.

(Baca Juga: Sariawan Tidak Kunjung Sembuh, Normal atau Gejala Kanker Mulut?)

Sebuah penelitian lain di tahun 2016 mengatakan adanya hubungan tingkat tinggi antara paparan sinyal Wi-Fi dengan penggunaan ponsel yang bisa menyebabkan perubahan hormonal dan stres oksidatif sehingga berpeluang mengakibatkan kanker atau penyakit otak. Ada pula kekhawatiran tentang bagaimana radiasi gelombang radio bisa membahayakan anak-anak.

Tapi beberapa ahli kurang percaya dengan hasil penelitian ini dan menganggap penggunaan Wi-Fi tidak berbahaya. “Ada beberapa spekulasi bahwa Wi-Fi dan smart meter bisa menyebabkan kanker. Tapi, gelombang radio yang diproduksi oleh keduanya sangat rendah. Jauh lebih rendah daripada energi yang dilepas oleh ponsel. Selain itu, penggunaan Wi-Fi dan smart meter sesuai dengan pedoman internasional sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan,” tutur perwakilan dari Cancer Research UK seperti yang dikutip dari Express, Jumat (25/8/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini