nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kebiasaan Buruk yang Tak Selalu Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Malas Bangun Pagi di Akhir Pekan Termasuk!

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 25 Agustus 2017 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 25 481 1763156 5-kebiasaan-buruk-yang-tak-selalu-berdampak-negatif-untuk-kesehatan-malas-bangun-pagi-di-akhir-pekan-termasuk-UB9LWvVZzt.jpg Ilustrasi (Foto: Dailystar)

MUNGKIN Anda pernah dengar ungkapan bahwa kebiasaan buruk harus dihilangkan atau diperbaiki. Untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, seseorang memang harus bisa meninggalkan kebiasaan yang berdampak negatif. Namun, bukan berarti semua kebiasaan buruk itu salah.

Dilansir dari Daily Star, Jumat (25/8/2017), inilah beberapa kebiasaan buruk yang berdampak positif bagi kesehatan;

1. Bermain game di komputer

Biasanya anak akan dimarahi oleh orangtuanya bila mereka terlalu sering bermain game di komputer. Hal ini tidak hanya dialami oleh anak kecil. Banyak juga orang dewasa yang kecanduan bermain game. Asumsi yang timbul adalah bila seseorang menghabiskan waktu berjam-jam di layar komputer dipercaya bisa merusak kesehatan mata.

(Baca Juga: Cara Mudah Atasi Kapalan, Rendam dengan Air Hangat Selama 10 Menit, Kulit Mati Akan Terangkat)

Tapi, sebuah artikel di tahun 2009 mengatakan kebalikannya. Permainan seperti menyembunyikan barang dan harus dicari bisa melatih mata untuk fokus dan tetap tajam. Karena saat bermain, seseorang dituntut untuk memperhatikan layar dengan seksama. Penelitian lain di tahun 2013, menyatakan permainan bisa merangsang area otak yang bertanggung jawab terhadap ingatan, kesehatan spasial, dan perencanaan strategis.

2. Minum kopi

Banyak orang yang meyakini minum kopi adalah kebiasaan yang tidak sehat. Kopi mengandung kafein yang berbahaya bagi kesehatan. Tapi jangan salah, sejumlah penelitian mengatakan kopi sebenarnya banyak memiliki manfaat kesehatan.

(Baca Juga: Kaya Nutrisi, Makan Biji Semangka Rebus Bantu Hilangkan Jerawat hingga Meningkatkan Kesuburan Pria)

Sebagai contoh penelitian di tahun 2017 mengatakan dua cangkir kopi di pagi hari bisa mengurangi risiko kanker hati. Penelitian lainnya mengungkapkan kafein bisa mengurangi risiko penyakit Parkinson, Alzheimer, diabetes, dan jantung. Dalam jangka pendek, kopi meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

3. Mengumpat

Pernahkah Anda ditegur orang karena menggunakan kata-kata kasar? Anda tentu merasa malu saat ditegur. Tapi penelitian mengatakan bahwa mengumpat bisa memperbaiki hubungan dengan teman dan kolega. Hal itu dikarenakan bila seseorang sudah berani mengumpat dengan temannya, maka mereka sudah berada dalam tingkat keakraban yang lebih tinggi. Secara tidak langsung, umpatan telah memperkuat ikatan sosial yang berdampak positif pada kesehatan mental.

(Baca Juga: Identik dengan Ritual Mistis, Ternyata Mandi Kembang Punya 6 Manfaat Ini Lho)

Mengumpat juga membuat seseorang meluapkan emosinya sehingga mengurangi risiko masalah kesehatan mental. Studi lain mengungkapkan mengumpat memiliki manfaat fisik di antaranya meningkatkan kinerja olahraga dan mengurangi rasa sakit.

4. Pura-pura tidur

Saat Anda terbiasa bangun pagi, di hari libur tentunya Anda akan mengalami hal yang sama. Tapi kebanyakan dari kita memilih untuk berdiam diri di atas tempat tidur dan mencoba tertidur kembali. Biasanya hal tersebut sulit dilakukan dan kebanyakan orang hanya bisa memejamkan matanya seakan-akan tertidur.

(Baca Juga: Identik dengan Ritual Mistis, Ternyata Mandi Kembang Punya 6 Manfaat Ini Lho)

Bagi orang yang mendapatkan tambahan tidur bisa membuat pikirannya menjadi lebih fresh. Selain itu, waktu tambahan ini bisa menggantikan waktu tidur Anda yang kurang beberapa hari lalu. Sejumlah penelitian mengatakan kurang tidur atau kebanyakan tidur bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

5. Enggan membereskan tempat tidur

Anda pasti sering mendapatkan komentar negatif bila kamar tidur Anda berantakan. Baik dari orangtua, saudara, maupun teman. Tapi ternyata, kamar yang berantakan teruma tempat tidur bisa mendorong Anda menjadi orang yang lebih kreatif dan menarik perhatian yang baik untuk kesehatan mental.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini