nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kopi Biji Salak dari Minahasa, Dulu Dicibir Sekarang Dipuja

Subhan Sabu, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 07:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 26 298 1763465 okezone-week-end-kopi-biji-salak-dari-minahasa-dulu-dicibir-sekarang-dipuja-HD06QVk1Dl.jpg Kopi Biji Salak (Foto: Subhan Sabu/Kontributor Okezone)

BAGI para penikmat kopi tentu sudah terbiasa dengan jenis kopi arabika ataupun robusta, namun tidak ada salahnya jika Anda mencoba kopi biji salak (Kobisa) yang berasal dari Desa Pangu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Desa Pangu merupakan salah satu wilayah penghasil salak terbesar di Sulut, hampir di setiap rumah warga ditanami pohon salak, bahkan kebun salaknya lebih besar dari wilayah perkampungan.

Ide pembuatan kobisa ini dirintis oleh Meilani Kobi bersama suaminya sejak tahun 2014. Awalnya usaha mereka mengumpulkan biji salak banyak mendapat kendala dan cibiran dari masyarakat, namun mereka tetap bersabar dan terus menjalankan usahanya.

"Awalnya kami banyak kendala karena banyak dicibir masyarakat, namun hasilnya luar biasa, biji salak yang biasa dibuang kini bisa bermanfaat dan bisa menjadi pemasukan baru bagi kami," ujar Melani kepada okezone.com, Sabtu (26/8/2017).

Pembuatan kopi biji salak ini beda dengan daerah lain yang sudah lebih dulu mempromosikannya, prosesnya dari masih tradisional dengan cara disangrai kini berkembang menggunakan mesin khusus yang berfungsi sebagai pengering dan pemanas sehingga biji salak yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya.

Pembuatannya pun terbilang mudah, biji salak dimasukkan dalam mesin selama delapan jam, setelah itu biji salak yang telah kering dimasukkan lagi ke mesin penggiling untuk menghasilkan bubuk kopi biji salak.

Kopi ini memang belum sepopuler kopi-kopi pada umumnya, namun khasiatnya dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan serta bermanfaat untuk menjaga kesehatan.