nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017 08:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 26 481 1763614 usia-semakin-tua-jangan-sering-sering-begadang-kurang-tidur-meningkatkan-risiko-demensia-cWa83a23ry.jpg Ilustrasi (Foto: Zeenews)

HAMPIR semua orang harus memenuhi kebutuhan tidur yang cukup setiap malam, dikatakan 7 sampai 8 jam. Karena, kurang tidur sudah terbukti dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada lansia.

Lansia seharusnya memperbanyak istirahat karena tubuhnya cepat lelah ketika beraktivitas. Penelitian terbaru menunjukkan, lansia yang mengalami kurang tidur di usianya yang semakin tua bisa berisiko mengalami demensia.

(Baca Juga: Cara Mudah Atasi Kapalan, Rendam dengan Air Hangat Selama 10 Menit, Kulit Mati Akan Terangkat)

Para peneliti mengatakan, saat ini banyak sekali lansia yang hidup di zaman modern mengalami demensia alias pikun. Hal ini terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat dijalani oleh para lansia tersebut.

(Baca Juga: Kaya Nutrisi, Makan Biji Semangka Rebus Bantu Hilangkan Jerawat hingga Meningkatkan Kesuburan Pria)

Temuan menunjukkan, saat tidur sebenarnya otak bisa istirahat dari pekerjaan dan pikiran.  Karena itu, tidur dengan waktu yang cukup dapat menurunkan risiko mengalami pikun.

(Baca Juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Tak Selalu Berdampak Negatif untuk Kesehatan, Malas Bangun Pagi di Akhir Pekan Termasuk!)

Matthew Pase, Mahasiswa Doktoral di Boston University School of Medicine (BUSM) di Amerika Serikat mengatakan, ada banyak ciri-ciri bila seseorang mengalami demensia. Sekira 8% dari pengidap demensia juga memicu Risiko alzheimer.

Untuk penelitian ini, tim peneliti mempelajari 321 peserta berusia di atas 60 tahun. Para responden mengalami gangguan tidur setiap malam.

(Baca Juga: OKEZONE STORY: "Tanda Lahir Ini Menutupi Seluruh Tubuhku, Mereka Tertawa Sambil Memanggilku Monyet dan Dalmatian")

Peneliti mengaitkan risiko demensia dan alzheimer yang merupakan akibat dari gangguan tidur. Seperti insomnia, terbangun tengah malam, hingga mendengkur saat tidur yang mengganggu.

Studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa orang yang secara konsisten tidur lebih dari 9 jam setiap malam mengalami dua kali risiko terkena demensia dalam 10 tahun ke depan, dibandingkan dengan peserta yang tidur kurang dari 9 jam.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah tidur bisa membantu melindungi otak dari kepikunan atau sensitif, terhadap perubahan otak yang menyebabkan demensia. Demikian sebagaimana yang dilansir dari laman Zeenews, Senin (28/8/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini