nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merawat Anak Berkebutuhan Khusus, Ibu Jangan Lupa Sharing agar Emosi Stabil

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 28 Agustus 2017 18:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 28 481 1764735 merawat-anak-berkebutuhan-khusus-ibu-jangan-lupa-sharing-agar-emosi-stabil-3KMEZR87pz.jpg Ilustrasi (Foto: Thebump)

IBU dengan anak berkebutuhan khusus merasa canggung saat menghadapi permasalahannya. Emosinya sering kali tidak stabil karena mereka takut akan cibiran masyarakat sekitarnya.

(Baca Juga: Kisah Natalia Gadis Tunanetra: "Ibu Adalah Pinjaman Tuhan yang Sempurna, Kata Orang Ibuku Cantik, I Love You Mami")

Semuanya dapat diatur dengan cara kelola emosi. Seorang ibu harus pintar menghadapi masalahnya agar tetap nyaman beraktivitas.

Apalagi sentuhannya menjadi bagian penting dalam keluarga. Ibu harus pintar mengendalikan emosi dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

(Baca Juga: Mengerikan! Menderita Dermatillomania, Perempuan Ini Doyan Mengelupasi Kulitnya Sendiri)

Dalam mengatur emosi, ada beberapa trik yang harus dilakukan oleh seorang ibu. Ibu harus memperbanyak sharing dan melakukan beberapa hal lainnya seperti yang dipaparkan Konsultan Kemuning Kembar Anggiastri Hanantyasari Utami, dirangkum Okezone, Senin (28/8/2017).

Mengambil napas

Ketika sedang emosi berat menghadapi anak-anak di rumah, ibu bisa mengambil napas sejenak. Jangan malah membangun emosi yang membuatnya semakin marah. Ambil jarak sejenak dari sang anak, atur napas sejenak supaya perasaan lebih tenang. Cara ini diklaim dapat menenangkan emosi negatif ibu yang sedang meledak-ledak.

(Baca Juga: Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia)

Sharing

Hal kedua yang harus dihadapi seorang ibu saat mengendalikan emosi menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus yakni sharing. Ceritakan masalah ibu dengan orang terdekat. Bila dalam keluarga tidak mendukung, ibu dapat cerita sesama ibu yang menghadapi masalah sama. Hal ini dianggap lebih meringankan beban ibu karena bisa berbagi dan didengar kisahnya.

(Baca Juga: Mengerikan! Main Handphone Sembari BAB Berbahaya, Bisa Tularkan Penyakit Infeksi)

Membangun rasa percaya diri

Ibu juga harus lebih percaya diri dengan dirinya sendiri. Jangan malah merasa canggung, malu atau sekalipun takut dicibir masyarakat. Berikan energi yang baik kepada anak dan keluarga. Bila rasa percaya diri itu tinggi, dijamin ibu kuat menghadapi masalah dan mengendalikan emosinya dengan cara yang mudah.

Jangan membangun stigma

Menjadi ibu dengan anak berkebutuhan khusus membuat ibu merasakan stigma. Tak seharusnya ibu berpikiran demikian. Anda harus berpikir positif dan mencari dukungan dalam membangun rumah tangga, termasuk saat merawat anak-anak yang butuh cinta kasih ibu sepanjang waktu.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini