nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serba-Serbi Pembuatan Mumi, Ada Ritual yang Mengorbankan Anak-Anak!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 18:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 29 406 1765543 serba-serbi-pembuatan-mumi-ada-ritual-yang-mengorbankan-anak-anak-LtJ3GQgZMh.JPG Foto: Telegraph

SAAT ini para arkeolog telah banyak menemukan jasad-jasad yang berasal dari ratusan tahun lalu. Jasad-jasad tersebut masih utuh dengan bentuk dan pakaiannya yang terakhir kali digunakan. Dari penemuan jasad-jasad, akhirnya para arkelog menemukan beberapa fakta tentang kematian jasad tersebut dan ritual kepercayaan yang dianut masyarakat pada masanya.

Dari hasil penemuan para arkeolog tersebut, membuat masyarakat dunia tercengang akan fakta yang didapatkan. Pasalnya, ada ritual yang mengorbankan anak-anak hingga mengharuskan mereka mengonsumsi panganan yang tidak hanya membahayakan kesehatan tapi juga nyawanya. Selain itu, ada juga mumi yang ditemukan karena masyarakat rantauan yang didiskriminasi bahkan sampai hari kematian dan lokasi pemakamannya.

Ironi memang, tapi begitulah tradisi. Lantas, bagaimanakah proses sebuah jasad menjadi mumi?

Melansir dari laman resmi Palermo Catacombs, Selasa (29/8/2017), seorang mumi adalah mayat yang telah dipelihari setelah kematian dan belum membusuk. Bagian-bagian yang dipertahankan dari mumi biasanya bukan hanya kerangka tubuhnya saja, tapi juga termasuk jaringan-jaringan tubuhnya, seperti kulit, rambut, dan otot. Proses pembuatan mumi secara alami disebut mumifikasi alami, dan yang sengaja disebut mumifikasi buatan.

Di Palermo Catacombs, sebagian besar muminya dibuat dengan cara mumifikasi alami, yang mentransformasikan tubuh dengan berdasarkan pada dehidrasi, yaitu dengan cara mengeluarkan cairan yang ada di dalam jaringan tubuh, sehingga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri dan akibatnya juga dapat membuat tubuh mumi menjadi busuk.

Sesaat setelah kematian, mayat-mayat ditempatkan di ruang persiapan yang disebut colatoio, dalam ruang persiapan ini calon-calon mumi dikeluarkan organ-organ dalamnya. Badan mereka dimasukan alat sejenis sedotan dan ramuan yang dapat memudahkan proses dehidrasi atau pengeluaran cairan yang ada dalam tubuh mumi tersebut.

Mayat diposisikan telentang ketika proses dehidrasi. Setelah selesai, mayat-mayat itu didiamkan agar terpapar udara, kemudian dicuci dengan cuka dan dipakaian baju. Biasanya, pemilihan baju ini telah ditentukan oleh si calon mumi sewaktu mereka belum meninggal. Sebelum dipakaikan baju dan setelah dicuci dengan cuka, mumi akan terlihat perbedaannya, yaitu berat badan berkurang dan kekakuan mumi juga bertambah.

Proses pembuatan mumi lainnya yang tidak kalah hebat ialah dengan metode memandikan jasad dengan arsenik. Cara seperti ini akan menghasilkan mumi yang sangat utuh bahkan masih sangat bagus sampai sekarang, seperti mumi Antonuo Prestigiacomo.

Selain itu, proses pembuatan mumi juga ada yang menggunakan balsam atau penyuntikan bahan kimia. Rosalia Lombardo, merupakan salah satu mumi yang menggunakan cara ini. Ia dibalsem oleh Dr. Alfredo Salafia pada 1920, dan membuat Rosalia Lombardo didaulat jadi mumi paling indah di dunia, dikutip dari laman resmi Palermo Catacombs, Selasa (29/8/2017).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini