nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Sembarangan Kasih Makanan, Hewan Peliharaan Bisa Alergi Susu, Ikan hingga Daging!

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 11:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 29 481 1765167 jangan-sembarangan-kasih-makanan-hewan-peliharaan-bisa-alergi-susu-ikan-hingga-daging-pxrsfFxfVN.jpg Ilustrasi (Foto: Thespruce)

DALAM hal tertentu, hewan dan manusia bisa saja memiliki kesamaan. Salah satu hal yang baru terungkap adalah bukan hanya pada manusia, hewan bisa juga alergi makanan. Apabila Anda memiliki hewan peliharaan, tentunya Anda sangat menyayanginya dan tidak ingin mereka mengalami sesuatu yang buruk.

(Baca Juga: Waspada! Ini Tanda-Tanda Kanker yang Jarang Diketahui)

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh University of Veterinary Medicine di Wina mengungkapkan hewan peliharaan bisa saja menderita intoleransi laktosan dan alergi protein susu yang parah.

“Tidak hanya pada manusia. Pada dasarnya semua mamalia rentan terhadap pengembangan alergi. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh mampu menghasilkan immunoglobulin E.” ungkap penulis penelitian Isabella Pal-Scholl seperti yang dikutip dari Ndtv, Selasa (29/8/2017).

(Baca Juga: Mengerikan! Menderita Dermatillomania, Perempuan Ini Doyan Mengelupasi Kulitnya Sendiri)

Berdasarkan hasil penelitian, mamalia tertentu memiliki alergi terhadap protein yang terkandung dalam gandum, kedelai, kacang tanah, kacang pohon, ikan, telur, dan daging. Pada anjing, kucing, dan kuda, efek samping dari alergi terjadi pada kulit dan saluran gastro-intestinal. Dalam tingkat yang lebih ekstrim, bisa terjadi asma atau reaksi kejut berat. Tapi hal itu jarang terjadi.

(Baca Juga: Usia Semakin Tua, Jangan Sering-Sering Begadang, Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Demensia)

Bila Anda menemukan tanda-tanda alergi pada hewan kesayangan, Anda harus segera membawanya ke dokter hewan. Sebab, pengetahuan yang tepat mengenai mekanisme dan pemicu alergi pada hewan belum banyak diketahui oleh pemelihara hewan. Itulah sebabnya mengapa hewan harus didiagnosis lebih lanjut oleh dokter menggunakan makanan eliminasi.

“Selama periode diagnosis, hewan akan diberi makanan buatan sendiri atau makanan diet yang sudah diresepkan oleh dokter hewan. Baru setelahnya apabila tidak ada reaksi alergi yang berbahaya, hewan akan diberikan makanan normal lagi secara bertahap,” tutur Isabella.

(Baca Juga: Mengerikan! Main Handphone Sembari BAB Berbahaya, Bisa Tularkan Penyakit Infeksi)

Biasanya hewan akan diberikan makanan yang terbebas dari sumber protein hewani. Menghindari makanan yang mengandung alergen adalah cara terbaik untuk mengatasi alergi pada hewan. Selain itu, tujuan dari prosedur diagnostik ini adalah memungkinkan diet makanan yang bebas alergen diubah menjadi intoleransi makanan.

Dengan begitu, makanan yang tidak perlu akan dibatasi pengonsumsiannya. Jadi, hewan hanya akan mengonsumsi makanan yang terbaik dan terbebas dari alergi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini