Selain Kulit Sapi dan Buaya, Kini Ada Tas Mahal Terbuat dari Kulit Ikan Salmon

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 30 194 1766351 selain-kulit-sapi-dan-buaya-kini-ada-tas-mahal-terbuat-dari-kulit-ikan-salmon-J2MeqaGbjM.jpg Tas dari kulit salmon (Foto: Dailymail)

BAHAN dasar untuk membuat tas lazimnya diambil dari kulit hewan, seperti kerbau, sapi, ular, hingga buaya. Tetapi, bagaimana jadinya bila tas terbuat dari kulit ikan salmon? Tentu ini menjadi hal yang menarik.

Mengutip dari Dailymail, Kamis (31/8/2017), seorang wanita asal Auckland, Selandia Baru, memutuskan untuk memulai bisnis lini item fesyen berupa tas tangan. Bukan dari kulit hewan pada umumnya, wanita bernama Lilja Viggosdottir ini memiliki ide lain.

BACA JUGA:

Tas Apollo Berisi Debu Bulan Terjual Rp23 Miliar!

Waduh! Tas Teranyar Ini Mirip Miss V

Ya, melalui brand yang diberi nama ‘Nordik’, Lilja menggunakan ikan salmon yang berasal dari Skandinavia untuk produksi tasnya. Hal ini bukan tanpa alasan, menurutnya proses produksi kulit ikan salmon di Islandia lebih ramah lingkungan dan bisa digunakan sebagai bahan baku item fesyen tanpa merugikan lingkungan.

 

“Kulit salmon merupakan produk biologis dari industri perikanan. Jadi, kulitnya tidak seharusnya dibuang, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku,” jelas Lilja dalam situsnya.

“Sejak awal, aku tertarik pada teksturnya. Proses produksi menggunakan energi terbarukan dan energi panas bumi sehingga lebih ramah lingkungan, cocok untuk para konsumen yang cerdas,” terangnya.

 

Bagi Anda yang penasaran seperti apa tekstur kulit ikan salmon, dituturkan Lilja, bahwa tekstur kulit ikan salmon sendiri cukup bervariasi bergantung dari hasil tangkapan ikan. Bila hasil tangkapan termasuk skala terbuka maka tekstur kulitnya lebih kasar, sementara untuk skala tertutup teksturnya lebih halus.

Setiap tas memiliki penampilan akhir yang berbeda bergantung pada pewarnaan dan perawatan kulitnya. “Jika kamu melihat beberapa kulit dari koleksi ini, akan terlihat bahwa terdapat foil yang menghasilkan tampilan metalik,” ujar wanita 25 tahun itu.

Ia melanjutkan, “Mereka menekan foil panas ke kulit ikan salmon, beberapa di antaranya ada yang dikerjakan menggunakan tangan di Islandia.”

(Gambar 3)

Bisnis tas dari ikan salmon ini memang baru diluncurkan selama dua pekan. Ia mengaku membutuhkan beragam persiapan sebelum memberanikan diri untuk merilis koleksi tas.

“Aku mengalami sedikit tekanan, tapi aku suka kekacauan dan aku mempelajarinya. Anda mungkin berpikir bahwa tas lebih mudah dibuat dibandingkan pakaian, tapi sebenarnya tidak,” papar Lilja,

“Ada banyak elemen berbeda yang perlu diketahui untuk membuat tas tangan, sesuatu yang sebenarnya tidak saya pelajari di kampus. Jadi, aku harus memberi waktu pada diri sendiri untuk belajar tentang berbagai hal, dan yang perlu diingat dalam merancang tas adalah bagaimana menggunakannya dan bagaimana membawanya,” terangnya lagi.

BACA JUGA:

KEREN, Tas Punggung Berdesain Bento Ini Bikin Ingin Melahapnya

Tren Tas Jinjing untuk Pria, Tampil Feminin tapi Tetap Maskulin

Untuk satu buah tas, Lilja menjualnya dengan kisaran harga yang beragam, mulai dari dompet, ransel, dan tote bag. Yakni NZD685 hingga NZD1640 atau sekira Rp6.6 jutaan hingga Rp15.8 jutaan.

“Kulit ikan salmon lebih mahal karena produknya lebih sulit untuk diproduksi. Kami sendiri menggunakan perpaduan kulit salmon dan kulit sapi terbaik sehingga menghasilkan tampilan tas yang cantik,” tutupnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini