nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lewat di Depan Orang Salat, Bagaimana Hukumnya?

Vessy Frizona, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 04:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 30 196 1766234 lewat-di-depan-orang-salat-bagaimana-hukumnya-2RAr3BQrbB.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PEMANDANGAN orang-orang lewat di depan orang salat kerap dijumpai ketika di musala atau di masjid. Biasanya itu terjadi ketika saf tidak rapat dan keadaan tidak sedang salat berjamaah. Beberapa orang yang baru masuk melewati orang yang sedang salat menuju tempat di depannya.

Lantas, apa hukumnya lewat di depan orang salat atau berdiri di depan orang salat? Melansir dari berbagai sumber, dalam perkara ini tak ada perbedaan pendapat di antara para ulama.

Baca Juga: Tubuh Tetap Sehat, Jangan Abaikan Hal Ini Selama Menjalani Puasa Arafah

Merujuk dari hadits Rasulullah SAW, lewat di depan orang salat dilarang. Bahkan lebih baik menunggu 40 tahun daripada harus lewat di depan orang yang sedang salat.

Berdasarkan hadits dari Abu Juhaim Al Anshari, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Andaikan seseorang yang lewat di depan orang yang salat itu mengetahui dosanya perbuatan itu, niscaya diam berdiri selama 40 tahun itu lebih baik baginya dari pada lewat” (HR. Al Bukhari 510, Muslim 507).

Dijelaskan pula dalam hadits lain, bahwa jika ada orang yang lewat di depan orang yang salat, maka cegahlah. Sebab itu merupakan perbuatan setan.

Baca Juga: Tak Punya Uang untuk Berkurban, Bolehkah Berutang?

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian salat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah maka tolaklah ia dengan keras, karena sesungguhnya ia adalah setan” (HR. Al Bukhari 509, Muslim 505).

Baca Juga: Jamaah Haji Rentan Terkena Nyeri Sendi, Berikut Tips Sederhana untuk Mencegahnya

Ulama-ulama terdahulu memiliki pendapat berbeda tentang makna, “di depan orang yang shalat”. Hal itu terkait batasan jarak yang diperbolehkan lewat dan tidak. Di antara pendapat tersebut ialah tiga hasta dari kaki orang yang salat, sejauh lemparan batu, dengan lemparan yang biasa (tidak kencang ataupun lemah), satu langkah dari tempat salat, dan antara kaki dan tempat sujud orang yang salat.

Baca Juga: Jangan Terlalu Memuji Diri Sendiri, Bisa Fatal! Coba Baca Ayat Ini

Namun, pendapat yang dipegang oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin yaitu antara kaki dan tempat sujud orang yang salat. Beliau beralasan, orang salat tidak membutuhkan lebih dari jarak tersebut, maka ia tidak berhak untuk menghalangi orang yang lewat di luar jarak tadi (Syarhul Mumthi’, 3/246). Wallahu'alam bishawab.

 

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini