Siapa Saja yang Boleh Berdoa dalam Taj Mahal? Ini Jawabannya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 21:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 31 406 1767294 siapa-saja-yang-boleh-berdoa-dalam-taj-mahal-ini-jawabannya-BGS2ixcASM.jpg Tajmahal (Foto: Unesco)

TAJ Mahal, bangunan ini pasti diketahui hampir semua orang di dunia. Para wisatawan pastinya sudah sangat akrab dengan bangunan berwarna putih tersebut. Namun, tahukah Anda, Taj Mahal dibangun untuk umat Hindu atau umat Islam ya?

Pasti banyak dari kita yang belum mengetahui Taj Mahal diperuntukan untuk kepercayaan apa? Untuk itu, inilah jawabannya!

Melansir dari The Guardian, Kamis (31/8/2017), Taj Mahal merupakan makam muslim dan bukan kuil Hindu. Pengadilan India telah mendengar dari kesaksian para arkeolog pemerintah, yang mengatakan Taj Mahal adalah sebuah makam muslim yang dibangun oleh seorang kairsar Mughal untuk menghormati istrinya yang telah meninggal, ungkapan tersebut juga sebagai tanggapan resmi untuk klaim yang mengatakan Taj Mahal kuil Hindu.

BACA JUGA:

Masih dalam laman The Guardian, Survey Arkeolog India (ASI), yang memang bertugas melindungi monumen dan bangunan nasional, telah diperintahkan oleh pemerintah untuk memberikan pandangan sebagai tanggapan atas sebuah petisi yang dibuat dan diajukan oleh enam pengacara. Petisi tersebut berisi pernyataan yang mengungkapkan situs warisan dunia UNESCO yang berada di Kota Agra itu awalnya merupakan sebuah kuil yang disebut Tejo Mahalaya dan didedikasikan untuk Dewa Hindu, Siwa.

Isi petisi yang dibuat juga tidak hanya itu saja, tapi masih ada tuntutan agar umat Hindu diizinkan untuk beribadah di sana, tidak cuma umat Islam saja yang dapat memanjatkan doa di dalam bangunan yang telah ada sejak abad ke 17 itu.

 BACA JUGA:

“Pernyataan tertulis yang kami buat, kami meminta pengadilan untuk menolak petisi tesebut. Terserah hakim mau memutuskan dan menanggapi apa yang terjadi,” ujar Dr Bhuvan Vikrama, Arkeolog pengawas ASI di Agra, yang juga menolak klaim tersebut, dikutip dari The Guardian, Kamis (31/8/2017).

Bangunan indah tersebut dianggap pula sebagai pencapaian arsitektur terbagus dalam jajaran arsitektur Indo-Islam. Keindahan arsitekturnya mengombinasikan ritmik padatan dan rongga, cekung dan cembuk, serta lengkungan dan kubah yang dihadirkan untuk meningkatkan aspek estetikanya.

Keunikan lainnya yang dimiliki Taj Mahal terletak pada inovasi yang dilakukan oleh arsiteknya, Sahah Jahan, yaitu pada penempatan makam. Makam diletakkan pada ujung taman quadripartite dan bukan di pusat bangunan. Rancangan ini juga sekaligus memberikan contoh terbaik pembuatan makam.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini