nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Hanya untuk Estetika, Operasi Plastik Bisa Bantu Anda Berhenti Merokok

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Agustus 2017 16:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 31 481 1767005 tidak-hanya-untuk-estetika-operasi-plastik-bisa-bantu-anda-berhenti-merokok-KlY2z1FLAf.jpeg Ilustrasi (Foto: Drslack)

KONTROVERSI operasi plastik rasanya tetap hangat untuk dikulik. Apalagi operasi tersebut semata-mata hanya kepentingan estetika saja. Bukan karena masalah kesehatan.

Tapi, sepertinya pandangan tersebut sudah harus dikurangi setidaknya. Sebab, peneliti menemukan bahwa mereka yang akan melakukan operasi plastik bisa menghilangkan kebiasaan merokok sampai 100 persen.

(Baca Juga: Pelajaran untuk Orangtua! Ditinggal di Mobil, Balita Meninggal karena Leher Terjepit Jendela)

Seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (31/8/2017), sebelum melakukan operasi plastik, biasanya pasien akan menjalani beberapa pemeriksaan medis. Hal lain yang dilakukan adalah menjalani pantangan. Nah, salah satunya adalah tidak boleh merokok. Itu dilakukan karena kandungan nikotin dalam rokok mampu membatasi aliran darah dan menyulitkan penyembuhan pasca-operasi.

(Baca Juga: Kabar Gembira! Foto Selfie Bisa Deteksi Gejala Kanker Pankreas, Penyakit Lain Juga Terlacak)

Penelitian baru yang diterbitkan dalam Plastic and Reconstructive Surgery ini menunjukkan bahwa pantangan merokok ini berdampak penurunan kebiasaan merokok sampai 25 persen pasien. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang sampai "ogah" menyentuh rokok lagi.

(Baca Juga: Menggemaskan! Begini Kalau Kucing Sedang Yoga, Rasanya Ingin Mengelus-elus)

Selain itu, 40 persen pasien dalam penelitian ini beralih dari merokok setiap hari menjadi merokok sesekali. Kemudian, 70 persen data lainnya mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka secara realistis mempertimbangkan untuk berhenti merokok total.

(Baca Juga: Tak Perlu Mouthwash, Kumur-Kumur Rebusan Air Kayu Manis Usir Bau Mulut Secara Alami)

Terkait dengan kandungan nikotin dan dampak sulitnya penyembuhan, diterangkan ahli bedah bahwa nikotin itu mampu mengecilkan kapiler dan mengakibatkan penurunan aliran darah (vasokonstriksi, Red). Ini berarti ikatan operasi bisa tidak maksimal, karena kulit pasien kekuatan alamiahnya melemah untuk memperbaiki.

Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa sebulan tanpa merokok membuat cukup banyak perbedaan untuk mencegah komplikasi utama. Sementara itu, studi baru oleh University of British Columbia, Vancouver, menjelaskan fakta lain. Dari hasil studinya terhadap pasien pasca operasi, diketahui bahwa merokok meningkatkan komplikasi lebih tinggi pada pasien yang terus merokok.

"Saya kira, apa yang kami teliti menjelaskan bahwa menurunkan kebiasaan merokok bisa ditekan pada mereka yang merencanakan operasi plastik. Gaya hidup sehat pun bisa dilakukan," kata penulis utama studi tersebut, Dr Aaron C. Van Slyke, mengatakan kepada Yahoo Beauty.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini