nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TERUNGKAP! Usia Menikah Laki-Laki Sekarang Semakin Tua, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 02 September 2017 11:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 01 481 1767820 terungkap-usia-menikah-laki-laki-sekarang-semakin-tua-kenapa-uVjvlVxmuZ.jpg Ilustrasi (Foto: Boldsky)

PERNIKAHAN Hamish Daud-Raisa menjadi perbincangan hangat saat ini. Setelah menjalin cinta sejak 2016, akhirnya pada 3 September 2017 mereka berdua mengikat janji sehidup semati.

Perbedaan usia yang cukup jauh yaitu 10 tahun tidak menyulutkan niat Raisa untuk mau dipersunting Hamish yang telah berusia 37 tahun. Bukan usia muda bagi seorang pria baru melangsungkan pernikahan pertamanya. Tapi, tidak ada yang salah dengan usia calon mempelai.

BACA JUGA:

IDUL ADHA 2017: Patahkan Mitos Daging Kambing, Jangan Ragu Mengonsumsinya dalam Batas Wajar

IDUL ADHA 2017: Makan Torpedo Kambing Bangkitkan Vitalitas Pria, Mitos atau Fakta? Simak Penjelasan Dokter

Fakta tersebut sejalan dengan temuan terbaru di Amerika Serikat dikutip dari CNN, Sabtu (2/9/2017). Periset Universitas Stanford yang dipimpin oleh Dr. Michael Eisenberg mengungkapkan, usia menikah laki-laki sekarang ternyata semakin tua. Di Amerika sendiri, ayah dari seorang bayi yang baru lahir usianya rata-rata 30,9 tahun. Padahal, sebelumnya, trend menunjukan pria berusia 27,4 tahun sudah punya anak pertama.

"Ada data menjelaskan bahwa kesuburan seorang pria menurun seiring bertambahnya usia," kata Eisenberg. "Dengan demikian, mungkin masuk akal untuk tidak menunggu terlalu lama kehamilan, karena akan menjadi salah satu masalah dalam merencanakan kehamilan. Selain itu, ada beberapa risiko potensial bagi anaknya," lanjut dia.

Data terbaru juga menjelaskan bahwa di Amerika Serikat usia ayah sekarang kebanyakan di angka 40 tahun. Seperti yang dijelaskan Eisenberg dan rekan-rekannya. Mereka menganalisis 168.867.480 kelahiran. Sistem ini mencatat kelahiran dan kematian yang dilaporkan oleh semua 50 negara bagian Amerika Serikat, mencakup usia, tingkat pendidikan, ras, dan etnis orang tua yang dilaporkan.

BACA JUGA:

Menguap Bisa Menular, Benarkah Demikian?

Simak! Begini Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Selama masa studi, porsi ayah bayi yang baru lahir berusia 40 atau lebih banyak dua kali lipat dari 4,1% menjadi 8,9%. Sementara itu, proporsi ayah yang berusia 50 atau lebih tua meningkat dari setengah persen menjadi hampir satu di setiap 100 orang.

Lebih lanjut, ayah di Asia, khususnya pria keturunan Jepang dan Vietnam dari penelitiannya ditemukan bahwa rata-rata berusia 36 tahun. Salah satu alasan mundurnya rata-rata ayah di Asia adalah pendidikan. Diketahui, pria di Asia banyak yang baru mendapat gelar sarjana berusia di atas 33 tahun.

Meskipun ibu cenderung lebih muda dari pada ayah, sambung Eisenberg, perbedaan antara usia ayah dan ibu telah menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini menunjukkan bahwa baik ibu dan ayah dari bayi baru lahir lebih tua hari ini, namun rata-rata usia ibu meningkat sedikit lebih cepat daripada ayah.

Sementara itu, satu studi pada 2012 memperkirakan bahwa germline laki-laki atau gen yang akan diteruskan ayah kepada anak-anaknya, mengembangkan dua mutasi setiap tahun; dengan usia ayah rata-rata yang meningkat, mutasi yang diwariskan pada populasi umum juga akan meningkat. Sejumlah laporan telah menghubungkan, ayah yang lebih tua risiko meningkatkan masalah autisme, penyakit kejiwaan, penyakit neurologis seperti neurofibromatosis, kanker anak-anak, dan kelainan kromosom pada anak-anak."Dengan demikian, tren ini mungkin menunjukkan bahwa Anda harus melihat lebih banyak hal ini terjadi dari waktu ke waktu," katanya.

Namun, ada hal positif ketika pria yang lebih tua menjadi ayah. Umumnya, mereka cenderung stabil, dengan pekerjaan dan sumber daya yang lebih baik, dan mungkin yang paling penting, mereka cenderung memiliki banyak waktu dengan anak-anak mereka dan mau membantu mengasuh anak.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini