nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Penting Remaja Harus Paham Kependudukan, Jangan Sampai Usia Produktif Jadi Pengangguran!

Vien Dimyati, Jurnalis · Senin 04 September 2017 21:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 04 196 1769192 alasan-penting-remaja-harus-paham-kependudukan-jangan-sampai-usia-produktif-jadi-pengangguran-t6kxAm9tar.jpg Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)

MASA remaja menjadi masa paling penting untuk menentukan masa depan. Diusia produktif ini mereka bisa menjadi sumber investasi. Oleh karena itu penting bagi remaja untuk memahami persoalan kependudukan.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Surya Chandra Surapati mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa Bonus Demografi yaitu kondisi di mana komposisi atau struktur penduduk sangat menguntungkan dari segi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sementara proporsi penduduk yang tidak produktif (berusia kurang dari 14 tahun dan di atas 64 tahun) semakin kecil dan belum banyak.

Baca Juga: Moms, Pahami Remaja Putri Anda! Mitos Sosial Bikin Dia Tak Percaya Diri dan Minder

Hal yang sama telah didapat di negara yang penduduknya besar seperti Amerika, Cina, Brasil maupun negara dengan penduduk kecil yaitu Korea selatan, Irlandia, Singapura.

"Perbandingan atau rasio antara jumlah penduduk usia non-produktif terhadap jumlah penduduk usia produktif ini bisa menghasilkan sebuah angka yang dinamakan angka ketergantungan atau Dependency Ratio (DR). Penurunan Dependency Ratio inilah yang menunjukkan bahwa penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif," terang Surya Chandra di hadapan peserta Raimuna, belum lama ini di Jakarta.

Baca Juga: Harus Peka Ya Moms jika Perilaku Remaja Mulai Membingungkan? Mungkin Dia Krisis Identitas!

Menurutnya, dilihat dari struktur demografi sejak tahun 2012 Indonesia berpeluang mengalami bonus demografi dan akan mencapai titik puncaknya antara tahun 2028-2031.

Baca Juga: Menguak Hal yang Sebenarnya Terjadi ketika Remaja Jatuh Cinta

"Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sementara yang tidak produktif berkurang menjadi 60 juta jiwa. Ini berarti 10 orang usia produktif hanya akan menanggung 3-4 orang usia tidak produktif," ujarnya.

Pada fase inilah suplai tenaga kerja yang berkualitas akan tercipta. Bonus Demografi diharapkan mampu mendorong luasnya lapangan kerja untuk menampung seluruh suplai tenaga kerja atau full employement yang menjadi kunci meningkatnya pendapatan per kapita dan tumbuh pesatnya ekonomi nasional.

Baca Juga: Senyum Bikin Awet Muda? Ternyata Menurut Psikologi Tak Begitu

"Dari sisi human capital, jumlah anak yang sedikit memungkinkan peningkatan investasi terhadap pendidikan dan kesehatan anak. Jumlah anak yang sedikit juga berdampak pada meningkatnya kesehatan perempuan," pungkasnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini