nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Ingin Sixpack Malah Bencana, Pria di China Alami Rhabdomyolysis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 04 September 2017 07:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 04 481 1768681 waduh-ingin-sixpack-malah-bencana-pria-di-china-alami-rhabdomyolysis-OATi9yO1zR.jpg Ingin Sixpack Malah Bencana (Foto: Worldofbuzz)

MEMILIKI tubuh sixpack adalah dambaan kebanyakan pria masa kini. Tubuh yang berotot dianggap mencerminkan pola hidup yang sehat. Segala upaya dilakukan untuk menciptakan tubuh seperti itu.

Begitu juga yang dilakukan Zhang. Pria 24 tahun asal China ini rela mati-matian untuk bisa membentuk abs di tubuhnya. Agar lebih semangat, Zhang mengajak temannya untuk bertarung "siapa cepat punya otot" dalam 2 bulan. Mereka yang menang akan mendapatkan makanan gratis selama 15 hari. Teman Zhang pun setuju.

BACA JUGA:

Pertarungan dimulai. Zhang memulai olahraga ketat. Seperti dilansir dari World of Buzz, Senin (4/9/2017), pria tersebut olahraga dua jam per hari. Namun, apa yang terjadi?

Olahraga ketat tersebut berujung mala petaka! Setelah 4 hari melakukan rutinitas ekstrim itu, Zhang mendapati air kencingnya berwarna cokelat tua. Kondisinya diperburuk dengan Zhang tidak bisa buang air kecil secara normal. Pertanda buruk!

Setelah mengetahui keadaan tersebut, Zhang langsung memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan laboratorium pun dilakukan. Hasilnya keluar! Menurut dokter yang memeriksanya, tingkat creatine kinase (hasil sampingan dari kerusakan otot) dalam darahnya melebihi orang normal pada umumnya.

Zhang didiagnosis dokter menderita Rhabdomyolysis akibat olahraga yang berlebihan. Dokter juga menjelaskan Rhabdomyolysis sendiri disebabkan oleh cidera otot yang dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal. Kondisi ini yang mengakibatkan Zhang tidak dapat mengeluarkan urine.

BACA JUGA:

Sementara itu, pemuda tersebut beruntung karena langsung memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter dan mendapatkan perawatan secara intensif agar kondisinya stabil kembali. "Seharusnya saya tidak berolahraga secara berlebihan seperti ini. Sebab, dampaknya ternyata dapat membahayakan kesehatan," keluh Zhang.

Dokter juga menasehati dia untuk meningkatkan latihan secara bertahap untuk memastikan bahwa penyakit tersebut tidak kembali lagi suatu hari nanti. Berolahraga itu baik untuk tubuh, tapi pastikan berolahraga sesuai porsinya jangan berlebihan. Ingat! Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini