Sssst, Kamera Terbaru Mampu Tembus Pandang Tubuh Manusia seperti Sinar-X

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 05 September 2017 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 05 481 1769450 sssst-kamera-terbaru-mampu-tembus-pandang-tubuh-manusia-seperti-sinar-x-5qUMYff5Ux.jpg

PARA ilmuwan mengembangkan sebuah kamera terbaru yang bisa meneropong langsung ke dalam tubuh manusia. Perangkat ini dirancang untuk membantu para dokter melacak piranti medis yang disebut endoskopi, saat pemeriksaan bagian dalam tubuh.

Hingga kini, para staf medis masih harus mengandalkan alat-alat pemindaian yang harganya mahal, seperti sinar-X, untuk melihat kemajuannya.

Kamera baru ini bekerja dengan mendeteksi berbagai sumber cahaya di dalam tubuh, seperti sinar yang terletak di ujung tabung lentur endoskopi.

(Baca Juga: Cermin Bisa Bikin Pilar Mobil Tembus Pandang)

Prof Kev Dhaliwal, dari Universitas Edinburgh, mengatakan, "Kamera ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam beragam aplikasi."

"Kemampuan perangkat ini untuk melihat lokasi endoskopi dalam tubuh sangat penting bagi dalam perawatan kesehatan, seiring dengan niat untuk meminimalkan pendekatan invasif dalam mengobati penyakit di masa depan."

Jaringan dan organ

Uji coba awal menunjukkan bahwa perangkat prototipe kamera ini bisa melacak sumber titik cahaya melalui jaringan sepanjang 20 cm dalam kondisi normal.

Pancaran cahaya endoskopi memang bisa menembus bagian dalam tubuh, namun biasanya menyebar atau memantul pada jaringan dan organ dan bukan bergerak langsung.

(Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Lengan Robot Terbaru untuk Bedah Pasien)

Hal itu menimbulkan masalah dalam mendapatkan gambaran yang jelas di mana sebetulnya alat itu berada. Kamera baru tersebut bisa mendeteksi partikel-partikel individu, yang disebut foton, dan sangat sensitif sehingga bisa menangkap jejak kecil cahaya yang melewati jaringan.

Kamera ini juga dapat merekam waktu yang dibutuhkan cahaya untuk menyusuri tubuh, yang berarti perangkat ini bisa menemukan di mana endoskopi berada.

Para periset telah mengembangkan kamera baru tersebut sehingga bisa digunakan di tempat tidur pasien. Proyek - yang dipimpin oleh Universitas Edinburgh dan Universitas Heriot - adalah bagian dari Proteus Interdisciplinary Research Collaboration, yang mengembangkan berbagai teknologi baru untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit paru-paru.

(Baca Juga: Jepang Bantu Indonesia Tingkatkan Kualitas Ahli Endoskopi)

Dr Michael Tanner, dari Universitas Heriot-Watt, mengatakan, "Unsur favorit saya dalam pekerjaan ini adalah kemampuan untuk bekerja dengan para dokter untuk memahami tantangan kesehatan praktis, kemudian menyusun teknologi dan prinsip-prinsip canggih yang biasanya hanya berada dalam laboratorium fisika, untuk memecahkan berbagai masalah nyata."

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini