nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

217.400 Penduduk Indonesia Meninggal Dunia Akibat Merokok

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 05 September 2017 20:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 05 481 1769940 217-400-penduduk-indonesia-meninggal-dunia-akibat-merokok-G8A0GD3JKA.jpg Ilustrasi (Foto: Gizmodo)

TERBIASA merokok bukanlah hal baik yang harus diteruskan. Anda harus tahu risikonya yang dapat memicu kematian dini akibat penyakit menyeramkan.

Data The Tobacco Atlas 2015 menyebutkan, lebih dari 217.400 penduduk Indonesia meninggal dunia akibat merokok. Ini terjadi setiap tahun, tapi seharusnya dapat dicegah.

Ada sekira 19,8% pria meninggal dunia akibat rokok dan 8,1% wanita mengalami hal sama. Kasus ini dianggap paling banyak dari negara lain yang lebih maju.

BACA JUGA:

Tahukah Anda, yang menerima risiko kematian itu tak hanya di kalangan perokok aktif. Anda yang kerap dekat-dekat dengan para perokok, dapat mengalami risiko serupa.

Studi menyebutkan, dampak kematian itu disebabkan karena paparan asap rokok. Ada lebih dari 7.000 jenis kandungan bahan kimia dalam sebatang rokok.

Asapnya tentu berdampak buruk pada fungsi organ tubuh. Anda harus mencegahnya supaya tidak terjadi.

Lebih lanjut Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr Eni Gustina, MPH mengatakan, asap tembakau punya 69 jenis bahan karsinogenik. Zat berbahaya ini dapat menyebabkan kematian akibat kanker.

"Dalam satu hari jika orang merokok 10 batang dapat menurunkan tingkat harapan hidup rata-rata 5 tahun. Karena umumnya rokok dapat 20 kali meningkatkan risiko kanker paru-paru," ujar dr Eni saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/9/2017).

Tak cuma itu, dampak buruk dari para perokok juga dapat meningkatkan 2,5 kali lipat risiko kematian dini. Dijelaskan pula, kebiasaan buruk ini memicu risiko demensia.

Paparan asap rokok juga cepat mengakibatkan penebalan dinding arteri. Sayangnya, semua perokok tak pernah menyadari dampak ini.

Bahkan, sejak 2010 tercatat ada sekira lebih dari 600.000 orang meninggal dunia akibat paparan asap rokok. Mereka adalah para perokok pasif yang tak memahami dampaknya.

BACA JUGA:

Diketahui, paparan asap rokok menyebabkan risiko kanker paru sekira 30%. Tak cuma itu 25% lainnya juga mengundang bahaya penyakit jantung.

"Asap rokok menyebabkan penyakit jantung koroner, kanker paru, mandul, kanker tenggorokan dan hidung, hingga stroke pada orang dewasa," ungkap dr Eni.

Apalagi bagi para perokok berat, sejak muda juga sudah menanggung risiko penyakit kronis. Seperti tuberkulosis, asma, leukimia, hingga penyakit alergi limfoma.

"Di Indonesia usia perokok paling muda, sekalipun anak balita ada. Tapi kalau diambil usia rata-rata, orang mulai merokok di usia 15 tahun. Tanggung risiko penyakitnya tentu sangat besar sekali," kata dr Eni.

Hal ini mengakibatkan bertambahnya kasus penyakit katastropik akibat merokok. Tapi kepedulian masyarakat untuk menurunkan jumlah kasusnya belum sepenuhnya baik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini