Berlebihan Makan Daging Merah, Waspada Risiko Diabetes Meningkat!

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 07 September 2017 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 07 298 1771163 berlebihan-makan-daging-merah-waspada-risiko-diabetes-meningkat-ASk0Jn2yny.jpg Daging Merah (Foto: zeenews)

ASUPAN nutrisi daging merah sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan protein harian. Tapi bila Anda berlebihan mengonsumsinya, tak hanya picu kanker tapi juga risiko diabetes.

Peneliti dari Duke-NUS Medical School (Duke-NUS) di Singapura membuktikan, bila seseorang makan daging merah berlebihan, dikaitkan dengan peningkatan risiko ancaman diabetes. Mengingat, penyakit ini tergolong silent killer yang harus diwaspadai.

Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini

Bahkan, penyakit diabetes merupakan turunan genetik keluarga. Sebisa mungkin Anda wajib mencegahnya supaya tak berdampak fatal.

Ya, pengendalian diet untuk penderita diabetes dan pra-diabetes sangat dibutuhkan untuk mengendalikan gula darah. Sebuah penelitian member peringatan kepada orang-orang yang suka makan daging merah terlalu sering, risiko diabetes meningkat.

Periset mengatakan, daging merah mengandung besi heme yang menghambat proses pencernaan. Tim periset menganalisis 63.257 orang dewasa berusia 45-74 tahun, antara 1993 dan 1998. Kemudian mengikuti studi rata-rata sekira 11 tahun.

Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik

Periset Senior Koh Woon Puay mengatakan, ada temuan hubungan positif antara asupan daging merah dengan risiko diabetes. Terjadi sekira 23% peningkatan diabetes.

"Studi ini menyelidiki hubungan antara kadar heme atau zat diet dari semua daging, lalu menemukan hubungan positifnya," terang Puay, dilansir Zeenews, Kamis (7/9/2017).

Setelah menyesuaikan kandungan besi heme dari daging merah, ada temuan bahan kimia lain yang ada dalam daging merah. Temuan tersebut menegaskan rekomendasi bahwa orang harus konsumsi daging merah secukupnya.

BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan

"Makanan yang sehat dan seimbang harus mengandung sumber protein yang cukup dan beragam, termasuk alternatif sehat sebagai penggantinya daging merah, yaitu ikan, tahu dan kacang polong," kata Direktur Pengawas Makanan Dr Annie Ling.

Karena itulah, variasi makanan harus dijaga. Jangan lupa juga konsumsi sumber protein nabati dari kacang-kacangan, gandum, kedelai yang diolah jadi tahu dan tempe.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini