OKEZONE WEEK-END: Kain Tenun Gringsing Bali, Seni Tenun Ikat Ganda yang Cuma ada 3 di Dunia

Annisa Aprilia, Jurnalis · Sabtu 09 September 2017 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 194 1772316 okezone-week-end-kain-tenun-gringsing-bali-seni-tenun-ikat-ganda-yang-cuma-ada-3-di-dunia-tD7Aoegbvy.jpg Kain Tenun Gringsing (Foto: Pinterest)

INDONESIA tidak hanya kaya akan potensi pariwisata. Kebudayaan yang beragam juga jadi salah satu hal yang membuat Indonesia seringkali dipuji dan dikunjungi oleh wisatawan-wusatawan mancanegara. Keberagaman masyarakat Indonesia membuat Tanah Air tercinta semakin indah dan mempesona.

Kebudayaan yang beragam menghasilkan seni yang tidak ternilai harganya, salah satunya seni menenun kain. Kain tenun termasuk dalam kain tradisional karena sudah ada sejak dulu kala dan pembuatannya menggunakan cara yang juga tradisional.

BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan

Kain tenun memiliki banyak jenis, salah satunya, tenun ikat ganda. Bali khususnya daerah Tenganan, Kabupaten Karangasem, memiliki satu kain tenun ikat ganda yang bernama tenun Gringsing. Dulu, nenek moyang masyarakat setempat membuat tenun ini sebagai upaya untuk menolak bala.

Kain tenun Gringsing yang pembuatannya menggunakan teknik ikat ganda, bukanlah tenun yang sembarangan. Pasalnya, proses pembuatan kain membutuhkan waktu yang cukup lama dan penenunnya harus memiliki kemampuan dan kesabaran yang tinggi.

Hebatnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat memproduksi kain tenun ikat ganda. Sebab, di dunia ini hanya ada tiga negara saja yang dapat memproduksi, yaitu Jepang, India dan Indonesia. Di Indonesia, salah satu daerah yang memproduksi ialah Bali, tepatnya Desa Tenganan.

Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini

Untuk satu lembar kain tenun ikat ganda, seorang penenun harus menghabiskan waktu selama 2 hingga 5 tahun proses pembuatan yang menggunakan alat tenun dan pewarnaan yang manual. Sehingga, tidaklah heran jika para penenun di sebuah desa lebih dihargai daripada masyarakat lainnya, karena tidak semua orang bisa menenun dengan cara ini.

Dalam membuat kain tenun Grinsing contohnya, mula-mula kapas dipintal menjadi benang. Kemudian, setelah menjadi benang, warnai benang dengan pewarna alami dengan cara mencelupkan benang berkali-kali. Motif pada kain tenun ikat ganda gringsing Tenganan, motif sudah mulai dibuat sejak proses pencelupan warna yang menggunakan cara diikat.

Setelah diwarnai dan dikeringkan, baru lah benang-benang ditenun. Dalam proses menenun, benang-benang di susun secara horizontal dan vertikal, Ketika proses menenun, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Pasalnya, jika ada kesalahan sedikit saja, maka penenunan harus diulang kembali dari awal. Nah, terdengar rumit, bukan? Bayangkan saja, jika penenunan sudah hampir selesai tapi karena keteledoran sedikit akhirnya harus dimulai lagi dari awal. Itu baru yang dinamakan sakit tapi tidak berdarah.

Kesulitan proses pembuatan kain tenun ikat ganda Gringsing, bukanlah isapan jempol belaka. Dari 1971 saja, baru ada satu keluarga yang bisa menyelesaikan teknik tenun yang rumitnya tingkat dewa ini, yang berasal dari Desa Tenaganan. Tahap yang paling memakan waktu yaitu pewarnaan benang yang menghabiskan waktu sampai delapan tahun. Sementara untuk pengerjaan tenunnya memakan waktu selama dua tahun, hingga total menyelesaikan satu lembar kain, yaitu 10 tahun.


Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik

Proses pembuatan kain tenun ikat ganda yang lamanya seperti menyicil rumah ini, menyebabkan harga selembar kainnya menjadi cukup mengejutkan. Bagi Anda yang tidak memiliki cukup budget pasti akan menelan liur ketika mendengar angka harganya. Bagaimana tidak, selembar kain tenun dihargai paling murah Rp900 ribu hingga ratusan juta rupiah.

Kain seharga rumah ini memang berhasil memikat hati para bule asal Amerika, yang kabarnya gemar membeli kain tenun ikat ganda Gringsing Tenganan, Bali.

Sepadan dengan keindahan motif, keahlian dan ketelatenan yang dibutuhkan untuk membuatnya, serta waktu pembuatan yang cukup lama.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini