nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Tenun Songket Melayu Identik dengan Kemewahan, Ada Benang Emasnya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 18:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 09 194 1772806 okezone-week-end-tenun-songket-melayu-identik-dengan-kemewahan-ada-benang-emasnya-HAtREFIfee.jpg Ilustrasi (Foto: Pekanbaru.go.id)

SALAH satu kain nusantara yang paling banyak dikenal adalah kain asal Melayu. Banyak public figure yang menampilkan keindahan kain ini di depan kamera, sehingga masyarakat setidaknya melek dengan kain tersebut.

Lalu, apa uniknya kain Melayu?

Jika diperhatikan lebih rinci, kain Melayu biasanya terkesan mewah dan mahal. Apalagi ditambah dengan aksesori tambahan seperti mahkota dan perhiasan tangan yang ramai. Tak jarang, semuanya bertabur emas.

Baca Juga:

Tenun Songket Melayu namanya. Daerah Sumatera yang memiliki kain ini. Arus Melayu yang dibawa Malaysia dan negara melayu lainnya cukup terasa di kain ini. Namun, tetap rasa Indonesia itu yang paling kental. Terlihat dari motifnya yang memang dekat sekali kaitannya dengan lingkungan sekitar Riau atau Palembang.

Tenun Songket Siak Riau (Foto: Perpustakaan Digital Budaya Indonesia)

Dalam kepercayaan yang dianut, setiap kain Melayu memiliki makna tersendiri. Seseorang yang dipercaya untuk mengenakan songket tidak hanya sekadar memakainya sebaga busana penghias tubuh, tetapi juga memakainya sebagai simbol-simbol kearifan lokal. Makanya, kain Melayu masih tetap eksis sampai sekarang.

Lebih dalam membahas Kain Songket Melayu Pekanbaru, pada dasarnya kain tersebut turunan dari Songket Melayu Siak. Bila dilirik dari sejarah seni dan budaya melayu di Pekanbaru , bermula pada saat Kesultanan Siak memindahkan pusat pemerintahan sekaligus ibukota kerajaan dari mempura (Siak) ke Kampung Bukit, Senapelan (Pekanbaru) dan dari kawasan yang berada di tepian sungai Siak itulah bermula negeri yang bernama Pekanbaru.

BACA JUGA:

Pada awalnya daerah Pekanbaru pun merupakan salah satu negeri bahagian dari "Negara" Kesultanan Siak ini. Dengan berpindahnya pusat Kesultanan, tentu saja semua pusat perangkat negeri dan pusat kebudayaan melayu Kerajaan Siak pun juga berpindah ke Pekanbaru.

(Foto: Pekanbaru.go.id)

Sehingga, seiring waktu bergulir, Kesenian dan kebudayaan melayu pun berkembang pesat di daerah ini. Termasuk juga seni kerajinan Songket melayu yang pada saat itu sebagai simbol busana resmi kerajaan.

Dijelaskan juga oleh Seniman Sjamsidar Isa, salah satu keberadaan kain nusantara itu karena adanya kerajaan di wilayah tersebut. kain biasanya menjadi simbol kekayaan dari raja tersebut. ’’Makanya, jangan heran kalau ada kain khusus raja maupun kain khusus adat,’’ terangnya pada Okezone di Qubicle Center, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Perempuan yang biasa disapa Tjammy itu juga menambahkan, motif yang tercipta di kain nusantara itu tidak jauh-jauh dari alam atau lingkungan si penenun atau pengrajin. Misalnya wilayah itu lebih dominan dengan alam, maka dipastikan ada unsur flora dan fauna di dalamnya. Nah, kebetulan Kain Songket Melayu ini berada di wilayah Islam, biasanya tidak ada motif hewan di dalamnya. ’’Jadi, kepercayaan juga bisa memengaruhi motif kain tersebut,’’ tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini