nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Kisah Seniman Sjamsidar Isa Berburu Kain Nusantara, Ternyata Tidak Mudah!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 10 194 1772809 okezone-week-end-kisah-seniman-sjamsidar-isa-berburu-kain-nusantara-ternyata-tidak-mudah-74nNTBvUe2.jpeg Seniman Sjamsidar Isa (Foto: Istimewa)

MENJADI pencinta kain nusantara, mendengar ada kain langka atau berusia ratusan tahun, tentu kuping akan panas. Ingin segera pergi untuk memiliki. Bagaimana pun jauhnya lokasi keberadaan kain, kalau memang worth it untuk dimiliki, ya, akan dikejar.

Memiliki kain nusantara berarti menjaga sejarah. Tidak hanya itu, dengan bisa memiliki kain nusantara berarti Anda telah berupaya untuk menjaga tradisi menenun yang mana itu adalah budaya bangsa yang tidak boleh hilang sampai kapan pun.

Nah, untuk mendapatkan kain itu sendiri, sekarang ini rasanya sulit. Khususnya kain nusantara yang langsung dari penenunnya. Ya, salah stau caranya adalah Anda harus datangi langsung pengrajinnya. Mau jauh atau dekat, sekali lagi, kalau memang layak dimiliki, akan “dijabani”.

Begitu juga yang diceritakan Seniman Sjamsidar Isa. Untuk mendapatkan kain tenun songket sambas asal Kalimantan Barat, dirinya harus melewati perjalanan yang cukup melelahkan. Kendaraan untuk mencapai lokasi penenunan pun sangat minim. Perjalanan laut, darat, dan udara harus ditempuh sampai akhirnya selembar kain istimewa itu bisa digenggam.

(Foto: Istimewa)

Kemudian, perempuan yang biasa disapa Tjammy itu juga menceritakan kisah lainnya dalam mendapatkan kain nusantara. Dia menjelaskan, salah satu sumber koleksi kain nusantaranya berasal dari ibunya sendiri.

’’Ibu saya adalah kolektor kain yang emang “gila” banget sih. Dia banyak punya kain. Ya, kebanyakan kain dia akhirnya diwarisi ke saya,’’ katanya pada Okezone saat diwawancarai langsung di Qubicle Center, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Tjammy menjelaskan, dari banyaknya warisan ibundanya, songket Palembang mungkin yang paling banyak. Namun, ada kain spesial yang bisa dia miliki. Adalah Batik Indonesia. Di mana, batik tersebut merupakan batik pesanan khusus Bung Karno yang dibuat Ibu Sud. Batik Indonesia sendiri adalah batik hasil kolaborasi antara sogan Solo dengan batik Cirebon atau Pekalongan.

Baca Juga:

Ada kisah lain lagi yang dia alami saat mengumpulkan koleksi kain nusantaranya. Tjammy menceritakan, dirinya pernah mendapatkan Kain Gringsing khas Bali dengan sedikit cerita di belakangnya. Jadi, saat itu, dirinya “naksir” 2 Kain Gringsing. Namun, uangnya hanya untuk membeli satu kain. Karena hatinya sudah tertanam di kain satunya lagi, dirinya sampai menamai kain tersebut dengannamanya.

’’Biar nggak diambil orang lain. Takut juga dituker sama kain yang lainnya,’’ katanya lantas terbahak. Setelah uang siap, kain bertulis nama “Tjammy” itu berhasil didapatkannya. Usaha yang perlu diapresiasi.

Belum berhenti di situ, Tjammy juga ingat betul bagaimana dirinya berebut kain Tidore dengan Mayjen TNI (purn) Sampurno, SH. Saat itu, dirinya sedang menjadi pembantu Sampurno yang menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan RI zaman Presiden Soeharto. Kala itu, pada momen tertentu, istana mengadakan morning coffee dan mengundang para istri kedubes.

BACA JUGA:

Nah, di acara itu, biasanya negara akan mengundang pemimpin daerahnya untuk menunjukan kain terbaiknya. ’’Saya tertarik sama kain Tidore. Tapi, karena itu jadi tanggung jawab istana, saya tidak bisa berbuat apa-apa,’’ ungkapnya.

Selendang Songket Limar asal Mentok, Bangka (Foto: Istimewa)

Tapi, Tjammy tidak tinggal diam. Akalnya dipakai untuk bisa mendapatkan kain tersebut. menjabat sebagai asisten Kepala Rumah Tangga Istana Kepresidenan, dirinya berkata pada Sampurno.

’’Kalau kain itu tidak buat saya, nanti tidak saya bantu, lho,” bisiknya. Sontak, Sampurno yang memang sudah lebih dulu menyukai kain tersebut menyerahkannya ke Tjammy. ’’Yasudah ambil sana,’’ terang Tjammy mejelaskan apa yang dikatakan Sampurno. Hati senang bukan kepalang setelahnya!

Mencari kain nusantara itu tidak mudah. Apalagi mau yang autentik, Anda harus datangi langsung penenunnya. Kalau sekadar beli di mal sih oke-oke saja. Tapi, lebih seru kalau bisa bertemu langsung dengan sang pembuat. Ada kebanggaan tersendiri!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini