nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Sejarah dan Bahan-Bahan Alami Pewarnaan Kain Nusantara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 10 194 1772904 okezone-week-end-sejarah-dan-bahan-bahan-alami-pewarnaan-kain-nusantara-SYfhQDZgX2.jpg Pewarnaan kain di Indonesia (Foto:Ist)

WARNA merupakan salah satu elemen terpenting pada suatu benda yang dapat memengaruhi emosi kita. Jika melihat dari sejarah panjang peradaban manusia, sejak dulu umat manusia sangat senang mewarnai kain atau bahan menggunakan proses pencelupan.

Hingga abad ke 19, bahan yang digunakan untuk mewarna kain menggunakan bahan alami seperti tanaman, serangga, dan kerang-kerangan. Sebelum zaman kaisar Romawi, kalangan bangsawan atau orang-orang kaya mengenakan pakaian yang diwarnai dengan bahan pewarna alami seperti pewarna merah yang berasal dari serangga kermes betina, atau menggunakan sejenis tanaman tarum untuk menghasilkan pewarna biru.

BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Nelson Mandela hingga Bill Gates, 5 Tokoh Berpengaruh Dunia dalam Balutan Batik

OKEZONE WEEK-END: Punya Kain Berusia Ratusan Tahun, Seniman Sjamsidar Isa Ungkap Ciri Kain 'Berumur' yang Asli

Hal ini juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia dari zaman dahulu hingga sekarang. Dari data yang dihimpun Okezone, setidaknya ada beberapa jenis bahan pewarna alami yang digunakan untuk mewarnai kain batik.

 

Untuk mendapatkan batik dengan warna merah tua atau merah kecokelatan, para pengrajin batik menggunakan akar tanaman mengkudu untuk menghasil pewarna alami. Meski mengkudu dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, air perasan akar mengkudu ternyata memiliki peran penting dalam perkembangan kain batik Indonesia.

 BACA JUGA:

OKEZONE WEEK-END: Dibalik Cantiknya Batik Genthongan Asal Madura Tersimpan Kisah Mistis

OKEZONE WEEK-END: Tampil Stylish dengan Padu-padan Busana Tradisional untuk Wanita Berhijab

Selain mengkudu, kulit buah manggis juga sering dimanfaatkan untuk menghasilkan warna merah keunguan, merah, dan juga biru. Cara membuatnya adalah dengan menumbuk kulit buah manggis hingga halus, lalu rendam dengan larutan etanol (sejenis alkohol). Setelah itu dikeringkan sebelum siap untuk dijadikan sebagai bahan pewarna alami.

Bagi yang gemar memakan jambu biji mungkin sudah mengetahui bahwa daun tanaman yang satu ini memiliki banyak manfaat. Selain ampuh mengobati diare, daun jambu biji juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pewarna alami kain batik. Setelah dihaluskan dan dicampurkan larutan etanol hingga menghasilkan sebuah pasta, bahan tersebut akan menghasilkan warna kuning sampai warna kecokelatan pada permukaan kain.

Terakhir ada tanaman soga. Tanaman ini sudah lama dikenal sebagai pewarna untuk kain batik. Warna yang dihasilkan umumnya berwarna kuning hingga merah gelap atau kecokelatan. Soga cukup sering digunakan karena dapat ditemui di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Madura, Kalimantan, dan Sulawesi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini