OKEZONE WEEK-END: Mengenal Uniknya Busana Pengantin Adat Yogyakarta

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 10 194 1773083 okezone-week-end-mengenal-uniknya-busana-pengantin-adat-yogyakarta-gOZvv0uTWK.jpg Pengantin Yogya (Foto: Instagram)

BERBAGAI macam gaya tata rias pengantin di Indonesia memiliki adat dan kekhasan masing-masing daerah. Termasuk dengan riasan adat Jawa. Sekilas, riasan pengantin dan busana adat jawa memang terlihat sama bila dilihat secara keseluruhan.

Namun, bila diperhatikan dengan detail, terdapat perbedaan antara riasan adat Jawa Solo dan Yogyakarta. Lantas, seperti apa riasan adat Jawa Yogyakarta? Berikut uraiannya seperti dirangkum dari berbagai sumber.

 BACA JUGA:

Yogya Putri

Salah satu gaya pengantin khas Jawa yang digunakan adalah Yogya Putri. Pengantin wanita menggunakan kain batik atau kain jarik yang dikreasikan sedemikian rupa lalu diikat di bagian atas perut. Lalu, pada bagian tengah ditambahkan selendang yang dijulirkan dari atas ke bawah dengan tambahan aksesori di bagian pinggang.

Untuk tata rias, riasan wajahnya dicirikan dengan bagian rambut belakang disanggul dan menggunakan cunduk dan pelat gunungan di bagian atas rambut. Bagian bawah gunungan plat ditambahkan bunga melati dan hiasan pada kanan kiri, serta dilengkapi dengan bunga warna merah.

 

Riasan hitam di bagian dahi menggunakan pinggiran warna emas. Untuk mempercantik telinga dan leher, ditambahkan anting dan kalung serta aksesori di bagian lengan.

Sementara, pengantin pria menggunakan penutup kepala menyerupai mahkota raja dengan hiasan anting bunga yang menjulur ke bawah. Bagian dada dibuat indah dengan penambahan aksesori kalung panjang dan kalung plat seperti yang dikenakan pengantin perempuan.

Busana pengantin pria sendiri digunakan dari bagian perut menggunakan kain dan aksesori yang sama dengan pengantin perempuan. Selain itu, aksesori berupa keris juga ditambahkan dan diletakkan di bagian belakang dengan tambahan rangkaian bunga melati pada keris.

Yogya Ageng

 

Sama seperti Yogya Putri, riasan Yogya Paes Ageng dibedakan dari tatanan rambut. Di mana rambut pengantin perempuan dibiarkan menjuntai ke bawah. Untuk busananya, sama seperti Yogya Putri, pengantin wanita menggunakan kain batik atau kain jarik.

 BACA JUGA:

Yogya Jangan Menir

 

Gaya adat Yogya Jangan Menir tidak menggunakan busana berupa dodot. Pengantin wanita mengenakan kebaya biasa, sedangkan pengantin pria menggunakan beskap dan blangkon Yogya. Tatanan rambut pengantin wanitya menggunakan kembang goyang atau cucuk yang berjumlah lima, lalu bentuk paesnya pinggirannya dihias dengan prada emas.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini