nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Payas Bali Agung, Ikon Busana Pengantin Bali

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 19:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 10 194 1773091 okezone-week-end-payas-bali-agung-ikon-busana-pengantin-bali-QoHtbs6ZKG.jpg Busana pengantin Bali (Foto: Istimewa)

MASYARAKAT Indonesia mana sih yang bisa memungkiri keindahan dan kecantikan dari Pulau Dewata Bali. Bali sendiri hadir tidak hanya dengan keindahan alamnya saja, ragam keindahan budaya dari Bali juga salah satunya bisa dilihat dalam perwujudan busana pengantin khas nya.

Tampilan busana pengantin Bali, disebutkan identik dengan keagungan kerajaan di Bali yang hadir dengan pancaran pesonanya tersendiri. Walau pada dasarnya setiap kerajaan memiliki busana pengantin adat yang indah, namun sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber disebutkan bahwasanya busana pengantin Payas Agung Badung atau yang lebih familiar disebut dengan busana Bali Agung inilah yang menjadi ikon dari busana pengantin khas tradisional Bali.

Tahukah Anda, bahwa pada zaman dahulu busana Bali Agung ini hanya dikenakan oleh para keluarga kerajaan, namun seiring dengan berjalannya waktu kini masyarakat umum alias orang biasa pun bisa mengenakan busana pengantin yang megah ini.

BACA JUGA:

 

Untuk mempelai pengantin wanita, busana ini terdiri dari helai demi helai tapih alias kain panjang yang melilit tubuh dari mulai bagian dada hingga ujung kaki menutupi area jari kaki. Kemudian, baru dilapisi oleh kemben sebagai kain penutup dada serta tidak lupa ada kamen prada yang menutupi hingga ke bagian mata kaki.

Aura mewah nan ningrat dari busana ini, bisa terlihat dari kain prada keemasan yang melilit dari area bahu sampai mata kaki. Mempelai pengantin wanita juga tidak lupa untuk menyematkan srinata, yakni lengkungan berbentuk simetris di bagian dahi yang senada dengan petites dan sepasang tajug warna emas yang tersemat di atasnya.

Keindahan busana pengantin wanita khas Bali belum berhenti sampai sini, karena pengantin wanita juga memakai cerik prada warna kuning di bagian bahu kiri, juga pending emas yang disematkan di pinggang. Belum lagi dengan pemakaian aksesori berupa gelang kana di lengan serta gelang naga sastru di perlengan tangan, dan badong warna emas yang melingkar tersemat di leher. Terakhir, ada mahkota di kepala berupa susunan bunga sandat yang ditutup bunga kap emas.

 

Sedangkan untuk pengantin pria, tidak jauh berbeda dengan sang pengantin wanita. Pengantin pria pun dibalut tapih dan kamen prada yang dililit dari dada sampai betis kaki. Diketahui lebih lanjut, umpal prada kemudian dililit di bagian dada sehingga membentuk jadi bentuk pita. Perlu diketahui, bahwa untuk busana pengantin ini ada perbedaan antara kasta tertinggi yakni Brahmana dengan kasta yang berada di bawahnya, contohnya kasta Ksatriya.

Untuk kasta Brahmana, yang dikenakan hanya sesimping sebagai penutup dada lengkap dengan badong keemasan disematkan di atasnya. Nah, untuk yang dari kasta Ksatriya, disebutkan biasanya memakai jas bahan beludru bersulam emas. Begitu juga dengan pemakaian aksesori, di mana gelang kana dan gelang naga satru hanya dikenakan oleh pengantin dari kasta Brahmana.

BACA JUGA:

Ada keistimewaan dari tampilan busana pengantin pria Bali, biasanya kebanyakan pengantin pria hadir dengan memakai tutup kepala sederhana. Pengantin pria Bali dengan busana Payas Agung diketahui tidak mengenakan tutup kepala sederhan, namun melainkan mahkota tajuk emas dengan bunga sandat dan bunga kap di atasnya. Terakhir, menyempurnakan penampilan pengantin pria juga tidak lupa untuk menyelipkan sebilah keris berhiaskan batu mulia di bagian punggung.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini