nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Atribut Busana Pengantin Khas Minang yang Terkenal Megah

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 09 10 194 1773102 okezone-week-end-atribut-busana-pengantin-khas-minang-yang-terkenal-megah-EYLub17AxM.jpg Pengantin Minang (Foto: Weddingku)

SIAPA yang tak mengenal ciri khas busana pengantin dari Sumatera Barat? Ya, salah satu yang menjadi ciri khas dari penampilan busana pengantin Sumatera Barat adalah penggunaan aksesori atau mahkota bernama suntiang.

Suntiang yang dikenakan di kepala mempelai wanita memang menjadi daya tarik dari ciri khas pengantin Sumatera Barat. Hiasan besar berwarna keemasan atau keperakan yang khas tersebut membuat pesta pernikahan budaya Minangkabau tampak berbeda dari budaya lainnya di Indonesia.

Selain suntiang, busana pengantin Sumatera Barat terlihat cantik dengan warna-warna yang cerah, seperti merah, emas, biru, dan silver. Adat Minangkabau sendiri mengenal dua jenis busana, yakni baju kurung basiba dan baju kurung melayu (kebaya panjang). Kedua busana tersebut lazim digunakan di daerah Pesisir Barat, Parang, dan Pariaman.

BACA JUGA:

 

Busana pengantin Sumatera Barat yang sering ditemui saat ini, kebaya atau baju kurungnya sudah dibuat modifikasi. Sehingga selain nuansa kental Minangkabaunya terlihat jelas, perpaduan dengan tren terkini membuat busana pengantin Sumatera Barat menjadi lebih modern.

Sama-sama menggunakan adat Minang, namun ada lagi tampilan busana pengantin dari Sumatera Barat yang sedikit berbeda. Pernikahan adat Koto Gadang, tidak menggunakan suntiang sebagai hiasan kepala sang pengantin wanita. Salah satu keunikan busananya terletak pada tutup kepala pengantin wanita berupa selendang beludru sulam emas, yang disebut dengan Tengkuluk Talakuang.

Busana yang dikenakan pengantin wanita adalah baju kurung beludru Batabua, yang bertabur kalung emas mulai dari kalung cakiek, kalung dukuah, kalung keroncong hingga kalung dirham.

Baju kurung khas pernikahan adat Koto Gadang ini berbeda dengan kebaya yang dijahit membentuk tubuh, melainkan berpotongan longgar dan panjang sehingga menutupi lekuk tubuh. Makna di baliknya pun sangat baik, yakni sebagai calon ibu, wanita terkurung dan dibatasi oleh aturan yang sesuai agama Islam dan adat Minangkabau, sehingga dirinya harus bisa menjaga diri dan nama baik keluarganya.

Sebagai padanannya, pengantin wanita mengenakan kain balapak atau kain songket, dengan selendang songket bernuansa keemasan tersampir di bahu. Sebagai pelengkap penampilan, pengantin wanita mengenakan berbagai aksesori.

Selain kalung, ada gelang dan cincin. Gelang garobah berukuran besar, gelang-gelang kecil seperti gelang rantai emas, gelang marjan, gelang pilin kepala bunting hingga gelang kareh emas, sangat indah menghiasi pergelangan tangan. Lentiknya jari-jemari pun tak luput dari kilau keemasan dengan kehadiran barisan cincin mato berlian, cincin mato tujuh, cincin mato lima, cincin belah rotan, dan cincin kankuang.

BACA JUGA:

Sementara, busana pengantin pria Koto Gadang mengenakan baju roky atau baju gadang dari beludru berwarna senada dengan busana anak daro. Celana panjang longgar dari bahan dan warna yang sama sebagai padanan, dengan kain songket atau balapak sebagai kain samping, serta sebilah keris terselip di pinggang.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini