nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK-END: Megah dan Sarat akan Keindahan, Ciri Khas Busana Pengantin Batak

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 21:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 10 194 1773126 okezone-week-end-megah-dan-sarat-akan-keindahan-ciri-khas-busana-pengantin-batak-eOy6jYaJtS.jpg Pengantin Batak (Foto: Instagram)

BATAK merupakan salah satu suku di Indonesia yang mendiami daerah Tapanuli dan Sumatera Utara. Batak sendiri bukan satu suku, namun terdiri dari beberapa suku, seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

Dari segi makanan, logat, adat istiadat, hingga busana pengantin, Batak memiliki ragam ciri khas yang sangat kaya. Nah, kali ini Okezone akan membahas mengenai busana pengantin Batak yang cantik dan menawan, berikut adalah beberapa di antaranya.

BACA JUGA:

Batak Mandailing


Megah dan sarat akan keindahan. Rasanya ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan keseluruhan tampilan pengantin Batak Mandailing. Pengantin wanita Batak Mandailing mengenakan busana berpotongan longgar berbentuk baju kurung dari bahan beludru bersulam benang emas. Baju kurung tersebut dipadankan dengan kain songket Sipirok atau ulos dari Tapanuli Selatan, dilengkapi dua helai selendang atau ulos tonun patani (tenunan petani) yang diselempangkan dari bahu hingga pinggang.

Kalung bulan suri yang berbentuk menyerupai bulan sabit dikenakan sebagai aksesori di dada berdampingan dengan dua buah keris yang terselip di antara pending bobat atau pending emas. Kedua lengan tersemat gelang besar atau puttu daboru.

 

Untuk pengantin perempuan, memakai mahkota berwarna emas yang disebut bulang. Hiasan kepala yang menyerupai tanduk kerbau ini terdiri dari beberapa tingkat. Konon, tinggi rendahnya bulang menunjukkan jumlah hewan yang disembelih saat upacara adat.

Sementara, pengantin pria Batak Mandailing mengenakan baju godang (baju berpotongan longgar) atau teluk belanga berbentuk jas tertutup dari bahan beludru warna hitam yang diartikan sebagai simbol keagungan. Busana tersebut dipasangkan dengan celana panjang hitam dan kain sesamping dari songket Sipirok.

Sama seperti pengantin wanita, dua buah keris terselip pada pending bobat yang ada di balik lipatan kain sesamping. Ulos gondang tersampir di bahu kanan. Pengantin pria juga memakai penutup kepala yang diberi nama Ampu. Mahkota berwarna hitam dengan aksen keemasan tersebut konon yang dipakai raja-raja Mandailing pada zaman dulu.

Batak Karo

Salah satu penanda khas busana pengantin wanita Karo adalah tudung kepala. Tudung kepala dibentuk dari kain tenun Uis Jung-Jungen atau kain Beka bulu warna merah berpadu hitam. Sebagai perhiasan tudung, di bagian depan disematkan sortali layang-layang. Pada bagian kanan dan kiri tudung kepala dekat telinga disematkan Padang Raja Muli berbentuk seperti anting-anting.

Busana pengantin wanita Karo umumnya berupa baju tutup berlengan panjang sebagai penanda bahwa yang menikah adalah seorang gadis, dengan warna dominan kuning atau merah tua. Pada bagian bawah, menggunakan kain tenun sebanyak tiga lapis, yakni Uis Jungkit, Uis Julu, serta Uis Nipes. Namun, seiring perkembangan zaman, kini banyak pengantin wanita yang mulai menggunakan kebaya sebagai alternatif pilihan.

 

Busana pengantin pria yang lazim dikenakan adalah setelan jas atau beskap. Ciri khas busana pengantin pria adat Karo adalah penutup kepala berupa topi Bulang-Bulang yang terbuat dari kain Beka Buluh warna merah bergaris keemasan. Perhiasan yang diaplikasikan pada tutup kepala disebut dengan rudang-rudang. Sementara, perhiasan yang dikalungkan pada leher hingga ada disebut Sortali berukuran besar.

Kain adat yang digunakan pada pengantin pria adat Karo adalah Uis Juli yang dipakai sebagai sesamping, atau dipakai di bawah jas, tepatnya di bagian pinggang hingga sebatas lutut.

Batak Toba

Berbeda dengan Batak Karo, Batak Toba memiliki busana pengantin yang unik. Kedua pengantin mengenakan pakaian yang berasal dari kain ulos. Mempelai wanita menggunakan gaun sederhana dan dilengkapi dengan ikat pinggang serta ikat kepala.

Sedangkan, mempelai pria hanya mengenakan bawahan dan ikat pinggang, dipadu dengan selendang yang dibentangkan sepanjang dada secara menyilang. Namun, seiring berkembangnya zaman, kini banyak mempelai wanita yang menggunakan kebaya, sementara pria mengenakan jas atau beskap.

 

BACA JUGA:

Ciri sasakan rambut pengantin wanita Batak biasanya cenderung lebih tinggi daripada sanggul Jawa. Sasak rambut diarahkan ke atas secara keseluruhan, berbeda dengan Jawa yang biasanya disasak mengelilingi batas telinga. Setelah itu, ada yang menambahkan bunga melati maupun bunga palsu untuk mempercantik sanggul.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini