nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Dewasa Anggap Pornografi Hal Biasa, Hati-Hati Anak Bisa Salah Paham tentang Seks!

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 12 September 2017 05:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 11 196 1773707 orang-dewasa-anggap-pornografi-hal-biasa-hati-hati-anak-bisa-salah-paham-tentang-seks-jQqMzruRYr.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEJAK pornografi tak lagi dianggap tabu dan umum diperbincangkan serta pertontonkan, sejak itu pornografi mulai dianggap sebagai norma. Efek sampingnya telah diabaikan, dan beberapa pasangan serta profesional bahkan berpendapat bahwa itu adalah bagian hubungan yang sehat.

Jika Anda termasuk orang yang menyukai pornografi dan suka mengaksesnya maka bersiaplah menerima dampak. Bukan hanya dampak terhadap diri sendiri, hubungan dengan pasangan, tetapi juga terhadap anak-anak. Berikut ini Familyshare, Selasa (12/9/2017), memaparkan dampak dari pornografi yang sudah dianggap biasa dalam kehidupan.

Baca Juga: Yakin Mau Akhiri Hubungan Cinta? Cek 4 Tanda yang Bisa Jadi Pertimbangan

Anak-anak mendapatkan pendidikan seks yang tidak sehat

Sayangnya, anak-anak dan remaja memiliki akses mudah untuk melihat pornografi saat ini. Sebuah studi menemukan bahwa sekira 94 persen anak-anak terpapar pornografi sebelum usia 14, dan 53 persen mengatakan bahwa mereka percaya apa yang mereka lihat merupakan penggambaran hubungan seksual yang sebenarnya.

Beberapa anak yang menjadi bagian dari penelitian tersebut bahkan mulai meniru apa yang telah mereka lihat di video pornografi. Seorang anak laki-laki dalam penelitian tersebut mengatakan, "salah satu teman saya sudah mulai ‘memanjakan’ wanita seperti yang dia lihat di video."

Ketika anak-anak melihat konten yang eksplisit dan meyakini seperti itulah hubungan seksual, maka harapan seks yang sebenarkan akan keliru.  

Membahayakan hubungan

Ada beberapa penelitian tentang bagaimana pornografi mempengaruhi hubungan, dan temuannya cukup mengkhawatirkan. Dikutip dari Focus on the Family, pornografi menurunkan kepuasan seksual. "Salah satu dampak buruk pornografi dan materi seksual lainnya adalah bahwa dapat menyabotase kemampuan untuk menikmati seks yang normal.” Hal ini dapat menyebabkan masalah perkawinan yang serius.

Baca Juga: Apakah Kamar Tidur Anda Sudah Layak Disebut Ruang Istirahat Bebas Stres? Simak dan Kenali Cirinya!

Dan, menurut situs Psychology Today, pornografi menurunkan komitmen dan bisa menyebabkan perselingkuhan. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang tidak suka melihat pornografi memiliki tingkat komunikasi negatif yang lebih rendah, lebih berkomitmen terhadap hubungan dan memiliki kepuasan seksual yang lebih tinggi.

Adiktif

Sementara informasi yang didapat dari Center Site menerangkan, ketika sistem penghargaan otak diaktifkan, ia melepaskan dopamin. Dopamin menciptakan sensasi menyenangkan dan menggairahkan. Jadi, seseorang cenderung mengulangi perilaku ini yang diperlukan untuk bertahan hidup.

Reaksi yang timbul hampir sama dengan obat-obatan terlarang dan zat adiktif lainnya, termasuk pornografi. Ketika otak terbiasa mengkonsulsi pornografi, dan mulai menuntut lebih banyak. Pengguna sering mencoba untuk mengimbangi dengan menghabiskan lebih banyak waktu untuk hal porno atau mencari lebih banyak materi hardcore untuk mendapatkan kembali kegembiraan yang mereka rasakan.

Baca Juga: Hanya 10 Menit si Kecil Bisa Pandai Bahasa Inggris, Mudah Kok Moms!

Memberi harapan yang tidak realistis

Bukan rahasia lagi bahwa industri pornografi hanya itu - sebuah industri. Untuk menghasilkan uang, mereka membuat segalanya terlihat sangat sempurna. Seperti yang dinyatakan oleh Fight The New Drug, "aktor porno profesional memiliki seluruh tim orang untuk membuat setiap detail terlihat sempurna, mulai dari mengarahkan dan membuat film bagus hingga memakai efek pencahayaan dan make-up.”

Pengeditan yang digunakan saat produksi membuat penonton memiliki harapan tak realistis tentang hubungan yang sebenarnya.

Merasa kesepian

Menurut Dr. Gary Brooks, seorang psikolog yang telah menangani pasien pecandu pornografi selama 30 tahun menyatakan, semakin banyak melihat pornografi, semakin lama orang itu merasa kesepian.

Ini membuat perasaan kesepian dan kegelisahan,. Mengonsumsi lebih banyak pornografi sepertinya menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki rasa itu.

“Orang dengan masalah pornografi mungkin ingin merahasiakannya, karena takut ditolak, terluka atau berbagai alasan lainnya. Hal ini dapat mengisolasi diri mereka. Untuk itu penting bagi mereka memiliki sistem pendukung yang baik,” katanya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini