Image

Mengungkap Kaidah Pengajian Empat Bulan bagi Ibu Hamil

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 11 September 2017, 19:05 WIB
https img.okeinfo.net content 2017 09 11 196 1773755 mengungkap kaidah pengajian empat bulan bagi ibu hamil QbSa3K1fUU.jpg Pengajian 4 bulanan ibu hamil (Foto:Habadaily)

KEHAMILAN adalah anugerah terindah bagi wanita. Itu artinya akan lahir seorang anak yang akan mewarnai indahnya pernikahan. Ketika istri hamil, suami dan keluarga lainnya sangat menyambut bahagia.

Bila dalam adat Jawa ada ritual khusus ketika kehamilan menginjak usia tujuh bulan, maka dalam Islam pada bulan keempatlah usia kehamilan sangat diistimewakan.

Maka tak heran, sering kita melihat diadakannya pengajian empat bulan untuk ibu yang sedang hamil. Lalu apa maksudnya pengajian empat bulanan dalam Islam?

 BACA JUGA:

Yakin Mau Akhiri Hubungan Cinta? Cek 4 Tanda yang Bisa Jadi Pertimbangan

Apakah Kamar Tidur Anda Sudah Layak Disebut Ruang Istirahat Bebas Stres? Simak dan Kenali Cirinya!

Allah SWT berfirman dalam surah Al Mu’min ayat 67 tentang asal-muasal penciptaan manusia.

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkanNya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (QS : Al Mu’min : 67).

Ayat tersebut menjelaskan tentang proses reproduksi yang juga dijelaskan secara ilmiah, ketika air mani bertemu dengan sel telur hingga terjadilah pembuahan. Allah juga berfirman dalam As Sajdah ayat 7-10, tentang penciptaan manusia.

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. Dan mereka berkata, “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Rabbnya. (QS. AS Sajdah : 7-10)

BACA JUGA:


Hanya 10 Menit si Kecil Bisa Pandai Bahasa Inggris, Mudah Kok Moms!

Bagaimana Penampakan Interior Apartemen yang Diisi dengan Sentuhan Furnitur Antik?

Setelah terjadi pembuahan, terjadi perubahan dalam rahim seorang ibu. Rasulullah SAW menjelaskan tentang proses demi proses kehamilan terjadi hingga memasuki bulan keempat. Ketika memasuki 120 hari kehamilan maka para ulama berpendapat saat itulah ruh ditiupkan sesuai penjelasan hadits Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dipadukan bentuk ciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari (dalam bentuk mani) lalu menjadi segumpal darah selama itu pula (selama 40 hari), lalu menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, lalu ditetapkan baginya empat hal: rizkinya, ajalnya, perbuatannya, serta kesengsaraannya dan kebahagiaannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka ketika ruh ditiupkan, janin tumbuh dalam rahim seorang ibu. Sejak itulah kehidupan dimulai, maka tak heran lantunan doa dipanjatkan agar pertumbuhan janin lancar dan lancar dan dan mendapat perlindungan dari Allah SWT. Demikian dikutip dari berbagai sumber.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini